Pembuatan Rubuha (Rumah Burung Hantu)

2 July 2020, 21:04 WIB
5 0 34
Gambar untuk Pembuatan Rubuha (Rumah Burung Hantu)
Sobatani sudah tau Rubuha?

Rubuha singkatan dari rumah burung hantu. Burung hantu jenis Tyto Alba bisa dipelihara di areal sawah lho...tujuannya tentunya sebagai predator (pemangsa) tikus yang sering meresahkan petani.

Lalu bagaimana cara pembuatannya?

Rubuha membutuhkan perlengkapan berupa sarang untuk tidur dan bertelur, tempat bertengger, tempat minum, dan pakan berupa tikus secara kontinu. Dengan ketersediaan pakan yang kontinu, maka burung hantu akan memperoleh makanan minimal 2 ekor tikus setiap hari untuk satu pasang burung hantu. Burung hantu merupakan bangsa burung yang mempunyai kebiasaan hidup secara teratur. Kebiasaan hidup teratur ini dapat dilihat dari pembagian sarangnya. Sarang burung hantu terbagi menjadi 2 bagian, yaitu tempat tidur dan tempat santai.

Burung hantu menggunakan tempat-tempat tersebut sesuai dengan fungsinya masing-masing secara disiplin. Tempat tidur hanya digunakan untuk beristirahat, bertelur, mengerami telur, dan untuk mengasuh anak-anaknya. Sedangkan tempat santai digunakan untuk bercengkrama dan menyantap hasil buruannya. Di tempat santai tersebut, sering ditemukan bulu-bulu tikus dan muntahan balik sisa makanan yang tidak tercerna (resurgitasi/pelet/hairball).

Rubuha perlu dibuatkan dua pintu, yakni pintu depan dan pintu samping. Pintu depan diletakkan di tempat santai dan selalu terbuka. Fungsi pintu depan adalah untuk keluar masuk Rubuha. Pintu depan ini dapat dibuat dengan ukuran 30 cm x 40 cm. Sedangkan pintu samping diletakkan di antara tempat santai dan tempat tidur. Pintu samping ini berfungsi sebagai pintu untuk mengintip dan harus selalu tertutup. Pintu samping dibuat dengan ukuran 40 cm x 40 cm. Ukuran tempat tidur harus dibuat lebih besar daripada tempat santai. Ukuran Rubuha secara keseluruhan adalah 1 m x 70 cm x 50 cm.

Bahan untuk pembuatan Rubuha sebaiknya berupa papan kayu (misalnya kayu sengon) atau tripleks yang dicat warna gelap sesuai dengan kebiasaan hidup burung hantu di habitat aslinya. Sedangkan untuk atap kandang dapat menggunakan seng, asbes, kayu bercat hitam, daun nipah, atau ijuk.


Source :

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan - Kementan RI

  Komentar untuk Pembuatan Rubuha (Rumah Burung Hantu)

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru

Berita Warga
7 jam

Penanganan Jenazah COVID-19

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cimenyan, Bandung Kabupaten

Terpopuler

  1. Penyebaran Covid-19 di Ruang Tertutup

    Nawir Sikki  di  Manggala, Makassar  |  4 Aug 2020
  2. GELIAT BANK SAMPAH PUTRI MANDIRI DIMASA PANDEMI

    Indah wahyuni  di  Kebomas, Gresik  |  4 Aug 2020
  3. Urgensi INPRES No. 6 Tahun 2020, Diketahui Warga…!!

    Nawir Sikki  di  Manggala, Makassar  |  6 Aug 2020
  4. INOVASI IBU IBU PKK RT.43 RW.09 KRICAK KIDUL YOGYAKARTA

    mas Har  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  3 Aug 2020

Komentar Terbanyak

  1. 56
    Komentar

    GELIAT BANK SAMPAH PUTRI MANDIRI DIMASA PANDEMI

    Indah wahyuni  di  Kebomas, Gresik  |  4 Aug 2020
  2. 25
    Komentar

    Mendampingi Desa dalam Aksi Melawan Covid-19

    bayu permana  di  Parungkuda, Sukabumi Kabupaten  |  4 Aug 2020
  3. 17
    Komentar

    Kolaborasi Kuliner di Era Pandemi

    Narumi Akana  di  Wonosobo, Wonosobo  |  4 Aug 2020
  4. 14
    Komentar

    PENDEKAR WARAS, PENYAMBUNG TANGAN PEMKOT MADIUN ATASI COVID-19

    Dhevi Citra  di  Manguharjo, Madiun Kota  |  4 Aug 2020