PEMBINAAN FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DESA SIRAMAN

23695 medium img 20180410 wa0037
Wonosari, AtmaGo
Desa Siraman (10/04) bekerjasama dengan Kesbangpol dan FKUB Kabupaten Gunungkidul mengadakan acara Pembinaan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama.

Acara dimulai dengan pengantar dari Plt.Kepala Desa Siraman Wasdani, SIP

Hadir sebagai narasumber Zudi Rahmanto, M.Ag dari KUA Kecamatan Wonosari dan Iskamto sebagai Ketua FKUB Kabupaten Gunungkidul.

Disampaikan bahwa masih cukup tinggi angka bunuh diri yang terjadi di Gunungkidul dari tahun ke tahun yang selama kurun 2001- 2017 terjadi bunuh diri 459 kasus sehingga rata- rata pertahun adalah 27 kasus. Dan faktor yang memicu bunuh diri adalah 43% Depresi, 4% masalah keluarga, 5 % masalah ekonomi, 6% gangguan jiwa, 26 % sakit menahun dan 16 % tidak diketahui penyebabnya.
Sebagai masyarakat kita harus empati dan melakukan tindakan preventif jika kita menjumpai perilaku yang aneh di aekitar kita baik perubahan perilaku seseorang atau kejanggalan lainnya.

Dalam forum ini juga disampaikan fenomena nikah dini dan upaya pencegahannya diketahui bahwa nikah usia anak masih menjadi masalah di kabupaten gunungkidul yang pada tahun 2015 109, 2016 ada 95 dan 2017 ada 67 kasus yang memunta dispensasi di Pengadilan Agama karena calon pengantin tidak cukup umur sesuai dengan UU Perkawinan No.1 tahun 1974.
Mulai ada penurunan dlm kurun waktu itu artinya kita sebagai warga masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan perkawinan usia anak.
Memberikan kegiatan yang positif kepada anak-anak, memberikan pendidikan ketahanan keluarga, juga membwrikan tauladan yang baik dalam kehidupan keluarga serta bermasyarakat, penting dalam hal ini adalah mwmbwrikan kecerdasan spiritual pada anak anak kita sehingga mereka memiliki akhlak yang baik.

Kasus lain yang masih tinggi di Gunungkidul adalah kasus perceraian .
Bahwa masih belum kokohnya kesadaran dalam membina keluarga.
Terlalu lemah pondasi saat memulai perkawinan ini sebagai penyebab tingginya angka perceraian di Gunungkidul.

Maka dikenalkan Gerakan Ngajeni oleh Ahmad Munir, SHI yaitu Ngajeni Agama, Ngajeni Negara, Ngajeni Nyowo, Ngajeni Keluarga dan Ngajeni Sapodo.
Gerakan ini merupaka upaya untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya saing maju dan sejahtera menuju Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya.(*)

Komentar