Pelayanan Dasar Korban Bencana di Kota Palu Dinilai Buruk

7 February 2020, 17:55 WIB
2 0 103
Gambar untuk Pelayanan Dasar Korban Bencana di Kota Palu Dinilai Buruk
Penyelenggaraan penanggulangan bencana terkait pelayanan dasar bagi korban bencana 28 September 2018 di Kota Palu dinilai sangat buruk. Pasalnya, hingga hari ini masih banyak korban yang tinggal di kamp pengungsian dan hunian sementara tanpa kepastian kapan akan mendapatkan dana stimulan.
Penilaian ini disampaikan oleh Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu melalui keterangan tertulis yang diterima PIJARSULAWESI.com, Jumat (7/2/2020).
Kondisi tersebut menurut Adriansa tak seharusnya terjadi. Sebab, Pemerintah Kota Palu telah menerima bantuan hibah dari Kementerian Keuangan sebesar Rp 820.653.280.000 yang diperuntukan untuk bantuan dana stimulan bagi korban terdampak gempa bumi, likuefaksi dan tsunami.
“Jika merujuk data Pemkot dana stimulan yang berasal dari dana hibah Kemenkeu itu baru menetapkan 208 Kepala Keluarga sebagai penerima dana stimulan,” kata Adriansa
Sementara menurut Adriansa, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Doni Monardo saat memberikan keterangan terkait bantuan dana hibah ini pada 8 Oktober 2019 di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta mengatakan bahwa data yang diterima oleh Wakil Presiden saat itu sudah sangat lengkap.
Tetapi, kenyataanya kata dia, hingga hari ini Pemerintah Kota Palu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota masih terus melakukan assessment data dan verifikasi data.
“Ini yang menurut kita buruk, padahal sudah masuk tujuh belas bulan pascagempa bumi, likuefaksi dan tsunami, tapi Pemkot Palu masih terus mengulang-ngulang pendataan dan verifikasi data penerima stimulan,” kata Adriansa.
Hal senada juga disampaikan Sri (57), penyintas korban tsunami. Dia mengatakan pemerintah selalu saja melakukan pendataan tetapi realisasinya tidak pernah ada.
“Kami selalu didata, berkali-kali petugas pemerintah datang tetapi bantuan tak kunjung datang. Kami sudah bosan dengan pendataan apalagi harus foto copy lagi KTP dan Kartu Keluarga untuk diserahkan kepada pemerintah berulang-ulang,” kata Sri.
Menurut Adriansa, mestinya Pemkot Palu sudah menyalurkan dana stimulan kepada seluruh korban bencana di Kota Palu tanpa persyaratan yang rumit dan berbelit-belit. Sebab kata dia, hunian sementara sudah mulai rusak apalagi kondisi suhu Kota Palu yang sangat panas dapat menyebabkan penyakit bagi penguhuni huntara.
Kata dia, para penyintas harusnya sudah mulai melakukan perbaikan dan pembangunan rumahnya masing-masing.
“Tidak ada lagi alasan untuk menahan dana stimulan para penyintas karena alasan data yang belum valid, karena dananya sudah tersedia. Kalau ada kendala teknis, apa kendalanya? Pemkot harus transparan dong,” tegas Adriansa.

sumber: pijarsulawesi.com

  Komentar untuk Pelayanan Dasar Korban Bencana di Kota Palu Dinilai Buruk

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Komposisi Pembuatan Larutan Disinfektan

    Hendra Gilang  di  Malang Kota  |  23 Mar 2020
  2. Lawan Corona, Karang Taruna Desa Kedung Jaya melakukan kegiatan spraying Desinfektan

    Ariefbocahwates  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  25 Mar 2020
  3. KARANG TARUNA BUNI BAKTI MENGGANDENG FORUM REMAJA UNTUK PENCEGAHAN COVID-19

    Ariefbocahwates  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  28 Mar 2020
  4. RELAWAN APIK LAKUKAN PENGGALANGAN DANA DONASI COIN CORONA

    Abdul Hakim Sanii  di  Tarumajaya, Bekasi Kabupaten  |  27 Mar 2020

Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Merindukan Bale Bangket Buger (MB3)

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  27 Mar 2020
  2. 5
    Komentar

    PUSKESDES (Pusat Kesehatan Desa)

    Emy sibat mojopanggung  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  26 Mar 2020
  3. 3
    Komentar

    PMI BANYUWANGI SIAP BANTU WARGA LAWAN CORONA

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  27 Mar 2020
  4. 2
    Komentar

    PMI BANYUWANGI LAWAN COVID-19 SAMPAI LOKASI BONGKAR MUAT MARINA BOOM BEACH

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  27 Mar 2020