Pedagang Merjosari Butuh Ketegasan Pemkot Malang

7806 medium merjosari market
Dinas Pasar, investor dan pedagang Pasar Dinoyo menggelar rapat koordinasi pemindahan pedagang Pasar Penampungan Merjosari, Jumat (21/10) kemarin. Bertempat Batavia Resto Jalan Jakarta, koordinasi tersebut dilakukan untuk mencari kata mufakat baik antara pedagang, investor, maupun pemerintah terkait dengan kepindahan pedagang Pasar Penampungan Merjosari ke Pasar Terpadu Dinoyo.

Sesuai dengan keputusan Wali Kota Malang nomor 188.45/263/35.73.112/2016 maka penetapan tempat penampungan sementara Pasar Dinoyo di Kelurahan Merjosari yang tertera dalam peraturan wali kota nomor 188.45/204/35.73.112/2013 telah dicabut. Artinya, sat ini status pasar penampungan Merjosari harus segera dikembalikan pada fungsi asalnya yakni sebagai lahan permukiman.

Seperti diberitakan sebelumnya, batas akhir penempatan lahan pasar Merjosari adalah Desember tahun ini. Kepala Dinas Pasar Wahyu Setianto menyampaikan hasil koordinsi siang kemarin para pedagang sepakat bahwa mereka akan bermigrasi ke Pasar Terpadu Dinoyo paling lambat akhir tahun ini.

“Yang jadi perhatian kami justru para pedagang kaki lima yang kemarin meminta ruang untuk tetap berjualan di Pasar Dinoyo,” ujar Wahyu. Hasil dari koordinasi tersebut pihak investor sepakat akan memberikan ruang pada 70 pedagang kaki lima untuk berjualan disana. “Yang kami prioritaskan adalah PKL yang telah berjualan sejak lama, kalau yang baru sampai saat ini masih kami carikan solusi yang terbaik,” ujar Wahyu.

Para PKL tersebut nantinya akan menempati kios PTD dengan menggunakan sistem sewa. “Investor sepakat akan memberikan harga yang lebih miring kepada mereka,” tukasnya. Sebagai tindak lanjut saat ini dinas pasar tengah melakukan pendataan siapa saja kiranya PKL yang berhak menerima bantuan tersebut. Namun demikian Wahyu mewanti-wanti bahwa pihaknya akan melakukan seleksi seketat mungkin untuk menghindari ulah oknum yang memanfaatkan momen ini untuk mencari keuntungan pribadi.

Oknum tersebut menurut Wahyu adalah pedagang yang mengaku-ngaku sebagai PKL padahal jelas-jelas yang bersangkutan punya kemampuan untuk membeli bedak di PTD. “Jadi selain lamanya mereka berjualan kami juga akan memperhatikan dari segi kemampuan mereka,” terang Wahyu.

Sementara itu humas Paguyuban Pedagang Pasar Dinoyo Kota Malang (P3DKM) Ahmad Khuzaini menyampaikan bahwa penyediaan fasilitas bagi para PKL tersebut akan dialokasikan untuk para PKL binaan. “Artinya PKL yang menempati kios itu adalah mereka yang benar0benar membutuhkan uluran tangan dari kita dan pehatian dari pemerintah,” kata Zaini.

Soal kesiapan untuk boyongan ke Pasar Terpadu Dinoyo, Zaini menyampaikan bahwa sebagian besar pedagang sudah siap untuk pindahan. “Waktu batas 30 September kemarin sudah puluhan pedagang yang siap untuk boyongan, tapi karena ada tarik ulur makanya para pedagang juga masih maju mundur. Tapi secara fisik kami sudah siap,” kata Zaini.

Pedagang pakaian tersebut menyampaikan bahwa yang ditunggu oleh pedagang saat ini adalah ketegasan dari pemerintah untuk melakukan pemindahan pedagang ke PTD. “Saya yakin kalau pemerintah tegas menentukan tanggal berapa kami pindah maka semua akan pindah,” tandasnya.

Direktur Operasional Pasar Terpadu Dinoyo Jufri Naz menambahkan secara fisik PTD sudah siap untuk ditempati para pedagang. “Paling dekat ini langkah yang kita ambil adalah sosialisasi kepada seluruh komoditi perdagangan yang akan beraktifitas di PTD,” ujar Jufri. Oleh karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan para pedagang untuk sharing apa saja yang menjadi kebutuhan mereka selama berjualan disana.

Jufri menyampaikan saat ini sudah 1080 lapak dan kios yang siap untuk ditempati. “501 pedagang sudah menyelesaikan proses administrasi sehingga mereka bisa langsung menempati PTD tanpa harus menunggu akhir tahun, sementara 100 sisanya masih proses. Tapi mereka juga sudah boleh mulai pindah kesana,” imbuhnya

(Radar Malang)
Sudah dilihat 208 kali

Komentar