Pasca Diguncang Gempa dan Tsunami, Palu Hanya Mampu Panen Padi 1.928 Ton

24 July 2019, 19:40 WIB
4 2 52
Gambar untuk Pasca Diguncang Gempa dan Tsunami, Palu Hanya Mampu Panen Padi 1.928 Ton
Pasca diguncang gempa bumi dan diterjang tsunami, petani di Kota Palu, Sulawesi Tengah hanya mampu memproduksi padi sebanyak 1.928 ton.

Petani hanya mampu memproduksi padi sebanyak 1.928 ton selama 2018, menurun drastis jika dibanding masa panen 2017. Pada 2017, produksi padi petani berada pada angka 3.002 ton.

Pascagempa, banyak petani yang masih belum sepenuhnya mengolah lahan mereka, karena sebagian masih merasa trauma. Selain masih trauma, banyak lahan pertanian rusak parah termasuk irigasi. Di Kelurahan Petobo misalnya, sebagai sentra pertanian Kecamatan Palu Selatan terdapat 27,5 hektare areal persawahan produktif hilang akibat likuifaksi.

Disarikan dari: ANTARA News

  2 Komentar untuk Pasca Diguncang Gempa dan Tsunami, Palu Hanya Mampu Panen Padi 1.928 Ton

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bupati Ancam Pecat Kadus dan Kaling Minim Pengawasan Kebersihan

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jan 2020
  2. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  3. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  4. BANYUWANGI SIAGA BENCANA

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  10 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 6
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020