NTB CERDAS MENUJU GENERASI ERA 4.0

41878 medium post 48980 33d9f378 7fee 49bd a619 5bb1646e02ee 2018 12 07t00 26 45.909 08 00 41876 medium post 48980 fbbc52ac 52dc 415c a4b0 257f606a78ea 2018 12 07t00 26 42.688 08 00 41877 medium post 48980 25b41fce 2486 456e 819f cf5efe0a5fe3 2018 12 07t00 26 44.201 08 00 41879 medium post 48980 9d238671 7563 492e 8549 87f6d43c1fab 2018 12 07t00 26 47.340 08 00 41880 medium post 48980 2083907d 9644 4044 8809 7e8462d84acc 2018 12 07t00 26 48.664 08 00
Mengutip salah satu tokoh pendidikan Mudyaharjo yang mengatakan :
"Pendidikan merupakan upaya dasar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, serta pemerintah melalui pengajaran atau latihan, kegiatan bimbingan, yang berlangsung di dalam sekolah, maupun di luar sekolah sepanjang hidupnya, yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didik supaya mampu memainkan peranan pada berbagai kondisi lingkungan hidup dengan tepat di waktu yang akan datang"
Dari etimologi dan analisis pengertian pendidikan di atas, secara singkat pendidikan dapat dimaknai sebagai sebuah tanggung jawab bersama, yang tidak hanya dibebankan kepada pihak sekolah, dalam hal ini pemerintah dan swasta. Tetapi pendidikan juga menjadi bagian dari tanggung jawab keluarga dan masyarakat yang saling bersinergi dalam sebuah koneksi yang mengikat dan saling menguatkan.
Keluarga dan sekolah, sebagai bagian dari hulu didiknya, harus mampu memberikan kualitas fondasi yang kuat, terhadap karakter para peserta didik, dalam proses membangun jati diri sebagai manusia sejati (real human being), yang akan tampil menjadi aktor dan aktrisnya di masa depan, dalam membela kedaulatan NKRI sebagai muaranya. Sehingga dalam kurikulum terbaru pendidikan nasional yang berafiliasi dengan revolusi industri era 4.0, telah menjadikan IT sebagai pilar kekuatan utama, dalam membangun generasi bangsa abad 21.
Namun kompleksnya permasalahan dunia pendidikan hari ini, masih membutuhkan banyak perbaikan, pengawasan dan evaluasi, baik secara internal maupun eksternal.
Secara internal, lembaga-lembaga pendidikan di NTB masih sangat membutuhkan upaya-upaya peningkatan kapasitas sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana yang layak dan memadai, terlebih setelah bencana gempa yang menimpa Lombok dan Sumbawa beberapa waktu lalu, yang sampai hari ini masih menyisakan trauma kepada masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah, yang sekolahnya terkena dampak yang cukup parah dan memperihatinkan.
Secara eksternal, pemerintah dan stakeholders-stakeholders yang ada, baik dalam maupun luar daerah, perorangan maupun lembaga, sudah cukup baik memberikan sumbangsih, baik materil maupun moril, terhadap masyarakat, khususnya para peserta didik yang masih membutuhkan program trauma healing.
Disamping itu pula, perlu kerjasama semua pihak, dengan cara saling mengisi kekurangan dan kekosongan yang terdapat pada masyarakat tersampak bencana, guna mempercepat proses pemulihan dan move on dari trauma. Sehingga bisa kembali beraktifitas seperti sediakala.
Saat ini, di SMPN 3 Kopang, meskipun masih sedikit menyisakan trauma, aktivitas akademik maupun non akademik terus berjalan tanpa hambatan. Sebab antusiasme merekalah yang menjadi pemicu untuk segera bangkit dari trauma yang ada, dan berangsur-angsur mulai pulih, dan terhapus karena rasa suka cita, semangat serta optimisme mereka menggaai impian dami masa depan mereka.
Mereka punya keyakinan, bahwa putaran roda kehidupan manusia tidak mungkin stagnan, ada awal pasti ada akhirnya, ada sedih pasti ada bahagianya, dan ada musibah pasti pula ada hikmahnya.
Bergantinya pemimpin baru NTB yang sangat interest dan teruji secara faktual mengedepankan dunia pendidikan, tentu akan membawa angin segar bagi warga masyarakat NTB, yang sejak lama mengidam-idamkan lahirnya pemimpin intelek yang peduli nasib pendidikan di daerah ini.
Terobosan-terobosan baru terhadap dunia pendidikan sangat kita tunggu-tunggu segera direalisasikan. Termasuk bagaimana mendorong kemudahan-kemudahan terhadap aksea pendidika ke luar negeri yang konon menjadi misi utama sang Gubernur. #SekolahkuNTB
Sudah dilihat 140 kali

Komentar