Normalisasi kali Ciliwung

6193 medium ciliwung
Perbedaan sikap muncul di antara warga Bukit Duri dalam menanggapi rencana penggusuran kawasan tersebut dan relokasi warga oleh Pemprov DKI.

Sebagian warga menolak keras rencana tersebut, sedangkan sebagian lainnya menerima rencana relokasi.
Penolakan datang dari warga RT 06 RW 12, yang mengajukan gugatan class action melawan Pemprov DKI terkait rencana penertiban tersebut. Gugatan itu masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sekitar 63 warga menggugat pemerintah agar tidak menggusur warga dan menghentikan proyek normalisasi Kali Ciliwung di Bukit Duri.

Berbagai upaya mereka lakukan untuk menolak penggusuran. Bahkan, saat memperingati hari kemerdekaan, (17/8/2016), mereka mengadakan upacara bendera dengan mengundang Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, yang kini digadang-gadang maju sebagai bakal calon gubernur DKI.

Sebagian warga rela pindah

Lain halnya dengan warga RT 10 RW 12 yang bersedia direlokasi. Mereka mulai pindah ke rumah susun yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.

Upaya sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan seolah berhasil mengajak lebih dari 100 warga untuk pindah ke Rusun Rawa Bebek di Jakarta Timur.

Pada Minggu (14/8/2016), warga dibantu puluhan petugas pemerintahan mengangkut barang-barang mereka tanpa paksaan.

Mereka memilih pindah karena sadar bahwa perlawanannya akan sia-sia. Menurut mereka, membayar sewa rusun masih lebih baik daripada tidak mendapatkan apa-apa.

Keceriaan tampak saat mereka menginjakkan kaki di hunian barunya yang luas dan nyaman.

(Baca juga: Ini Kesan Warga Bukit Duri Setelah Semalam Tinggal di Rusun Rawa Bebek)

Di lain pihak, warga RT 06 menempelkan kertas bertuliskan "WARGA RT 06 RW 12 TIDAK ADA YANG PINDAH KE RUSUN RAWA BEBEK" di sudut-sudut rumah mereka.

Mengenai perlawanan warga RT 06 ini, warga RT 10 enggan menanggapinya. "Ya biar saja di RT 10 sama Romo, hak mereka, enggak apa-apa," kata Tini, salah seorang warga RT 10.

Romo yang dimaksud Tini adalah Romo I Sandyawan Sumardi yang menggagas Komunitas Ciliwung Merdeka.

Rumah Romo Sandy sekaligus sanggar Ciliwung Merdeka berada di RT 10 dan terancam akan digusur. Romo Sandy pun kini berjuang bersama warga menolak penggusuran.

Sebelumnya, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menuding adanya LSM yang menghasut warga agar menolak direlokasi ke Rusun Rawa Bebek.

"Ada yang hasut-hasut juga kan, ada LSM yang pindah dari Kampung Pulo. Di Kampung Pulo sudah ditolak karena mereka dukung normalisasi. Akhirnya nyeberang ke Bukit Duri kan," ujar Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (16/8/2016).

(Baca juga: Ahok Duga Ada yang Menghasut Warga Bukit Duri)

Warga Bukit Duri memang menggugat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan menuntut program normalisasi Kali Ciliwung dihentikan.

Namun, Basuki yakin pada waktunya nanti semua warga Bukit Duri bersedia pindah ke rumah susun.

Sebab, menurut dia, banyak keuntungan yang didapat warga dengan tinggal di rusun.

Pembebasan 363 bidang di Bukit Duri untuk normalisasi Kali Ciliwung kini menjadi prioritas pemerintah hingga akhir tahun.

Rencana pelebaran trase hingga 50 meter diharapkan dapat menampung aliran sungai pada musim hujan yang sebentar lagi menyergap Jakarta.
Sudah dilihat 316 kali

Komentar