Ngaji Alala ke II "Mencari Teman"

31586 medium 39894875 257965871719421 11938265326157824 n
NGAJI ALALA Ke II

‎عَنِ الْـمَرْءِ لاَ تَسْأَلْ وَسَلْ عَنْ قَرِيْنِهِ
#
فَكُلُّ قَرِيْنٍ بِالْـمُقَارَنِ يَقْتَدِيْ


“Mencari Teman”

Pada bab ini sangat berkaitan dengan pembahasan sebelumnya. Terutama bagi pencari ilmu, teman akan sangat berpengaruh terhadap proses pencarian ilmu itu sendiri.

Karena dalam mencari ilmu peran teman dan lingkungan sangat berpengaruh dalam keberhasilan dan kegagalan santri menggapai cita-citanya, tidak sedikit santri yang berpotensi akhirnya gagal hanya karena salah pergaulan. Maka kita harus pandai-pandai mencari teman bergaul. Teman yang baik bukan teman yang selalu menuruti keinginan kita, tapi teman yang baik adalah teman yang mau menunjukkan jalan benar ketika kita  salah. Pertemanan dan pergaulan memiliki pengaruh yang sangat kuat untuk membuat seseorang menjadi baik maupun buruk. Persahabatan dan pergaulan dengan orang-orang yang saleh dan berbudi membawa manfaat, sedangkan persahabatan dan pertemanan dengan orang-orang yang fasik dan durhaka membawa bahaya. Hanya saja manfaat persahabatan dengan orang saleh atau bahaya pergaulan dengan pendurhaka tersebut terkadang tidak tampak secara langsung, akan tetapi secara bertahap dan setelah berlangsung lama.

"Permisalan teman duduk yang baik adalah seperti penjual parfum misk (parfum yang paling mahal dan harum). Bisa jadi dia memberimu, atau engkau membeli parfumnya, atau engkau mencium keharuman parfumnya. Sedangkan permisalan teman duduk yang buruk adalah seperti pandai besi. Bisa jadi dia membakar pakaianmu, atau engkau akan mencium aroma busuk darinya.”

Bait syair diatas sama halnya dengan sebuah maqolah yang berbunyi "Teman itu layaknya cermin, jika engkau ingin mengetahui dirimu, lihatlah dengan siapa engkau berteman".
Sudah dilihat 52 kali

Komentar