Natal 2018, Damai Sejahtera di Bumi Pancasila

43901 medium post 50807 9b7b2330 5b6c 44fd 9df2 635b70e6f960 2018 12 25t20 57 04.817 07 00 43902 medium post 50807 c1373e1b b554 4a7d 9c45 8eac1753771b 2018 12 25t20 58 49.937 07 00 43903 medium post 50807 2bcbdd8d 7b4f 4348 895d f864e06e9b20 2018 12 25t20 58 53.407 07 00
Puluhan jemaat hadir dalam Perayaan Natal 2018 pada Selasa (25/12/2018). Salah satunya di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gowok yang berada di lereng bukit halilintar pegunungan menoreh, Samigaluh, Kulon Progo.
Pendeta (Pdt) Edy Priana. S. Th mengatakan, tema Natal tahun 2018 yang diangkat GKJ Gowok adalah '' Damai Sejahtera Allah di Bumi Pancasila''. Keberadaan gereja sangat terkait dengan konteks masyarakat di mana ia tinggal dan tumbuh di dalamnya. Terlebih keberadaan gereja ini yang terletak di pegunungan jauh dari peradaban kota besar. Yang masih memegang kebudayaan dan tradisi pedesaaan.
"Dengan tema ini umat diajak untuk semakin peka dengan situasi dan pergumulan yang ada di sekitarnya," Sehingga mampu menjadi terang seperti lilin natal yang dapat bersinar untuk timbulnya kedamaian. Dengan demikian, kata dia, peringatan hari kelahiran Isa Almasih atau Tuhan Yesus Kristus bukan hanya menjadi simbol upacara belaka, atau bahkan terkesan penuh dengan suasana hura-hura.
Natal menjadi momentum untuk kembali memahami bahwa kebesaran kasih Allah tampak dengan begitu dalam kesediaanNya untuk menghadirkan damai sejahtera di atas negeri ini. Indonesia adalah negeri indah itu yang diberikan damai sejahtera dari Tuhan. "Tanah yang begitu kita cintai, bumi Pancasila. NKRI, Negeri yang syarat dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan dan keadilan," kata dia.
Masa Natal sesungguhnya diawali dengan masa advent (penantian) dan mencapai salah satu puncaknya dalam malam Perayaan Natal, 24 Desember 2018 dan Ibadah Natal, 25 Desember 2018. "Beberapa gereja telah dengan baik melaksanakannya. Beragam kegiatan mulai dari Ibadah, Bakti Sosial, Kunjungan Kasih, dengan baik disusun dan dilaksanakan," ujarnya.
Bukan hanya dalam lingkup intern, tetapi tidak jarang yang menerima keterlibatan dari instansi pemerintahan dan keamanan, bahkan tak sedikit masyarakat yang turut berpartisipasi dalam persiapan maupun pelaksanaannya. Dari segi keamanan juga telah melibatkan unsur Polri dan TNI.
Ia menambahkan, tahun ini peringatan Natal berada dalam momentum pergantian tahun bertepatan dengan susana politik menjelang Pilpres dan Pileg 2019. Selain itu juga didahului dengan berbagai keprihatinan karena secara berurutan terjadi musibah besar melanda bangsa ini. Musibah gempa Lombok, tsunami Donggala, Sigi, Palu dan baru saja tsunami di ujung barat pantai Jawa (selat sunda) Pandeglang Banten dan Lampung. Untuk itu umat kristen diminta selalu mendoakan para korban agar mampu diberikan ketabahan atas musibah itu. Terlebih bisa mengulurkan tangan membantu saudara-saudara kita.
Dalam suasana tersebut, sudah semestinya Natal dipahami lebih dari sekadar upacara karena Natal yang sesungguhnya adalah gema tentang kasih Ilahi, kasih yang mau menghadirkan damai sejahtera bagi semua manusia.
"Bagi seluruh anak bangsa. Sebagai umat Kristiani kita mesti berjuang untuk mewujudkannya," imbuhnya.
Red #desakebonharjo
 
Sudah dilihat 93 kali

Komentar