MUI ajak Tokoh agama-adat cegah pernikahan dini di Sulteng

8 August 2019, 18:27 WIB
3 0 199
Gambar untuk MUI ajak Tokoh agama-adat cegah pernikahan dini di Sulteng
Palu (ANTARA) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr KH Zainal Abidin MAg mengajak para tokoh lintas agama dan adat untuk ikut meminimalisasi terjadinya pernikahan dini.

"Mencermati faktor-faktor penyebab terjadinya pernikahan usia anak, tampak jelas bahwa faktor sosial-budaya lebih dominan, sehingga peran tokoh agama dan tokoh adat sangat dibutuhkan untuk mengubah paradigma berpikir masyarakat, serta menciptakan iklim sosial yang sehat," ucap Prof Dr KH Zainal Abidin MAg, di Palu, Kamis.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng ini menyatakan tokoh agama perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak buruk dari pernikahan usia anak.

Peran tokoh lintas agama dan adat di Sulteng, sebut Rektor Pertama IAIN Palu itu adalah membantu pemerintah mewujudkan solidaritas sosial dalam memerangi kemiskinan sehingga tak ada lagi pernikahan usia anak karena pertimbangan ekonomi.

Para tokoh agama dan adat, ujar dia, perlu mengubah paradigma berpikir masyarakat dalam melihat makna suci pernikahan."Menikah di usia dewasa bukanlah aib, sebaliknya menciptakan keluarga berantakan karena ketidakdewasaan, adalah aib besar bagi keluarga.

"Perlu menekankan pentingnya fungsi keluarga dan mengawal generasi muda supaya terhindar dari pergaulan bebas dan penyalahgunaan obat-obat terlarang yang kesemuanya itu dapat menggiring pada kehamilan di luar nikah dan akhirnya married by accident," sebut Guru Besar Pemikiran Islam Modern itu.

Tokoh agama dan adat, kata dia, perlu meluruskan pemahaman keagamaan masyarakat, bila khawatir anaknya terlibat dosa perzinahan maka yang perlu dilakukan adalah menanamkan nilai-nilai moral keagamaan sejak dini, bukan melakukan pernikahan dini.

Pernyataan dia berkaitan dengan peningkatan terjadinya kasus pernikahan dini di Sulteng yang menyebutkan rata-rata anak berusia 15-19 tahun berstatus menikah dan pernah nikah. Presentase terbesar terdapat di Kabupaten Banggai Laut sebesar 15,83 persen, diikuti Kabupaten Banggai Kepulauan 15,73 persen, Kabupaten Sigi 13,77 persen.
Kemudian Kabupaten Tojo Una-una 12,84 persen, dan Kota Palu 6,90 persen.

Adapun data BPS tahun 2016 memperlihatkan, penyumbang tertinggi adalah Kabupaten Tojo Una-una sebesar 23 persen dan Parigi Montong sebesar 22 persen.

Sumber : https://sulteng.antaranews.com/berita/

  Komentar untuk MUI ajak Tokoh agama-adat cegah pernikahan dini di Sulteng

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Tetangga suplai logistik warga isolasi mandiri di Kepatihan

    Deni Suryanti  di  Surakarta Kota  |  15 Oct 2020
  2. Geliat Mahasiswa Menggelar Lapak Baca Gratis untuk Masyarakat

    Nensi Indri  di  Gresik  |  13 Oct 2020
  3. TPS 075 Gelar Pertemuan Perdana Anggota KPPS

    Galih Bayu Aji  di  Jebres, Surakarta Kota  |  14 Oct 2020
  4. Menguatkan Ketahanan Pangan, Kelurahan Wirogunan adakan Pelatihan "Buledamber"

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Oct 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Rogoh Kocek Pribadi, Kades Rancadaka Perbaiki Jalan Kabupaten Sepanjang 1 KM

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Pusakanagara, Subang  |  13 Oct 2020
  2. 2
    Komentar

    Penanganan Kebersihan Pasca Aksi Penyampaian Pendapat

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Gambir, Jakarta Pusat  |  14 Oct 2020
  3. 2
    Komentar

    TPS 075 Gelar Pertemuan Perdana Anggota KPPS

    Galih Bayu Aji  di  Jebres, Surakarta Kota  |  14 Oct 2020
  4. 2
    Komentar

    Berikut Link Pendaftaran BLT UMKM Rp2,4 Juta Kabupaten Bandung Tahap 3 Yang Dibuka Sampai November

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Rancaekek, Bandung Kabupaten  |  23 jam lalu