MOTIVASI LANGIT

44295 medium 20180326 092602
Beberapa hari lagi liburan usai, bunda yanda yang berprofesi sebagai pendidik anak usia dini, baik guru TK maupun PAUD non formal atau KB dan lain sebagainya, tentu sudah mempersiapkan diri.

Bunda, yanda pernahkah kita membayangkan seandainya kita sendiri yang menjadi peserta didik di PAUD ? hari pertama masuk PAUD misalnya, bertemu dengan orang-orang baru, ada guru dan teman-teman. Ada perasaan takut, gelisah, sedih dan berbagai macam perasaan lainnya. Takut kalau gurunya nanti galak, gelisah membayangkan teman baru yang belum tentu bisa menerima kehadirannya, sedih karena harus berpisah dengan orang tua walaupun hanya beberapa jam saja. Kondisi yang benar-benar sulit bukan !

Begitu juga dengan perasaan orang tua anak. Berbagai macam rasa memenuhi rongga dada saat harus melepaskan si buah hati untuk pertama kalinya berpisah, mengantarnya memasuki dunia barunya. Ada rasa khawatir yang memuncak, jangan-jangan si buah hati tidak kerasan di tempat barunya, jangan-jangan gurunya nanti galak, kalau anak saya mau toilet bagaimana, kalau anak saya nanti lapar bagaimana, kalau teman-temannya jahatin bagaimana, pertanyaan-pertanyaan serupa yang cukup membuat dada sesak, sehingga rasa berat untuk melepas ananda, walaupun hanya untuk beberapa jam dalam sehari.

Lalu kita sebagai guru, pendidik, pengasuh pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, yang akan menggantikan posisi orang tua anak walaupun untuk beberapa jam saja, tetapi keberadaan kita cukup penting bagi anak dan orang tua mereka. Kita tumpuan harapan orang tua anak, menjadi kepercayaan mereka untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Berat memang bunda yanda, tetapi semua itu akan menjadi indah bila kita punya motivasi yang kuat.

Teringat tentang sebuah hadits Rasulullah SAW yang diceritakan dalam kitab Misykatul Anwar yang diceritakan kembali dalam Durratun Naashihin, bahwa beliau bersabda :
“Kelak dihari kiamat, 4 jamaah diantar ke pintu surga, tanpa melintasi hisab dan siksa ,mereka adalah : Orang alim yang mengamalkan ilmunya, haji mabrur yang tidak berbuat kerusakan atas ibadah hajinya, pejuang syahid yang wafat dimedan laga dan dermawan yang memperoleh hartanya dengan usaha halal dan membelanjakannya untuk sabilillah tanpa riya,

Mereka berlomba-lomba saling mendahului masuk surga. Atas perintah Allah, Jibril mengajukan serentetan pertanyaan, berikut : pertama ia bertanya kepada pejuang yang mati syahid, “apa amalmu di dunia sehingga engkau merasa berhak masuk surga lebih dahulu?”, pejuang yang mati syahid menjawab, “kami tewas di medan laga, semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT”, lalu jibril kembali mengajukan pertanyaan, “darimana engkau memperolah penjelasan tentang pahala besar bagi orang yang mati syahid, sehingga engkau termotivasi untuk berjuang fisabiilillah dan tidak takut mati?”, Sang Syahid ini menjawab bahwa yang mengajarkan tentang itu adalah gurunya yang alim. Jibrilpun melanjutkan pertanyaan yang sama yang diajukan kepada Si Haji mabrur dan sang dermawan dan jawaban yang di dapatkan jibril sama dengan yang di katakana oleh pejuang syahid tadi, bahwa mereka bisa beramal sehebat itu karena petuah dari si Alim. Akhirnya sepakatlah mereka bahwa yang pantas lebih dahulu masuk syurga adalah Si Alim,karena sehebat apapun amal yang mereka lakukan adalah atas dasar bimbingan dari orang alim, yakni orang berilmu yang mengamalkan ilmunya, sehingga orang lain termotivasi untuk melakukan amal kebajikan.

Lalu kita yang berprofesi sebagai pendidik PAUD bagaimana ?. Kalau ibu adalah madrasatul ula (baca guru yang pertama) bagi anaknya, maka tidak berlebihan kalau saya menyebut bahwa guru PAUD adalah madrasah kedua bagi peserta didiknya. Bagaimanan tidak, guru PAUD mempunyai andil yang cukup besar dalam pembentukan karakter anak, pengetahuan dasar juga anak-anak dapatkan banyak di PAUD. Maka peluang besar untuk masuk syurga di kloter awal juga bisa didapatkan oleh guru PAUD, Insya Allah.

Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi kita untuk berikhtiar agar bisa menjadi madrasah kedua yang handal dan juga menjadi bintang di hati ananda, bintang yang selalu menemani mimpi indahnya tentang masa depan yang luar biasa.
#mariBerubahBersamaAtmago

Sudah dilihat 65 kali

Komentar