Miris, Pesilat Bekasi Memungut Rupiah Di Jalanan Untuk Mewakili Kotanya Di Event Silat Nasional.

16732 medium screenshot 2017 09 20 20 40 42 056
Sejumlah atlet silat Bekasi turun ke jalan untuk mengumpulkan dana yang akan mereka gunakan untuk bertarung di Yogyakarta.

Setelah mencoba berbagai cara untuk ikut serta dalam event Yogyakarta Championship 2017 yang digelar 14-15 Oktober mendatang, pesilat Bekasi mengaku masih membutuhkan banyak dukungan dana.

IPSI Kota Bekasi berencana mengirim 60 orang yang terdiri dari 40 orang Atlet, 15 orang Ofisial, dan 5 orang Guru ini membutuhkan biaya setidaknya lima puluh juta rupiah. Namun hingga berita ini diterbitkan kendala keuangan masih menghantui para pesilat yang notabene pelajar dan mahasiswa Bekasi ini.

"Dana tersebut untuk membiayai pendaftaran, akomodasi, dan transportasi atlet dan ofisial. Bayangkan untuk membawa nama Bekasi ke kancah nasional aja musti ngecrek pake kencleng mungutin recehan gini di jalanan." ungkap satir Deni Djiung, pegiat Silat Bekasi yang rela melelang Songko kesayangan demi memberangkatkan anak didiknya.

Perhatian pemerintah terhadap olahraga warisan budaya ini dirasa kurang oleh pegiat dan pelaku silat Bekasi. Karenanya mereka berinisiatif melakukan pengumpulan dana dengan cara ngecrek di jalanan.

"Kaga pake malu, atletnya sendiri yang turun ke jalanan. Setidaknya masyarakat jadi tau, warisan budaya ini butuh perhatian dari berbagai pihak terutama pemerintah." tutur ayah satu anak ini dengan mata berbinar, entah binar semangat atau sedih bercampur geram dengan sikap pemerintah terhadap budaya silat Bekasi.

Selamat berjuang Kengkawan Pesilat Bekasi,...!!!

Komentar