Mesin Parkir Elektronik Dioperasikan Mulai 1 Oktober

33613 medium mesin parkir husnul
Oleh Husnul Khatimah, pada Sep 21, 2018

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Belasan juru parkir, warga dan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor mengikuti pelatihan pengoperasian Mesin Parkir Elektronik di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat (21/09/2018).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan lantaran semakin dekatnya waktu penerapan parkir elektronik itu yakni dimulai 1 Oktober mendatang.

\"Ini pelatihan yang keempat terhadap juru parkir. Sekarang juga kita sekalian sosialisasi kepada pengguna dan kepada warga perwakilan dari Suryakencana, LSM dan khususnya kepada teman-teman PNS di lingkungan Pemkot Bogor,\" kata Dody.

Pada kegiatan sosialisasi itu, paparnya, dijelaskan cara pengoperasian parkir elektronik tersebut kepada juru parkir. Nantinya jika telah beroperasi, terdapat 17 orang juru parkir yang bertugas menjaga mesin parkir.

Sementara mesin parkir sendiri telah terpasang di dua ruas jalan berbeda yakni di Jalan Otista dan Jalan Suryakencana. Dari total 18 unit mesin yang ada, 15 di antaranya dipasang di sepanjang Jalan Suryakancana. Sedangkan 3 sisanya di Jalan Otista.

Mesin yang dibawa PT. Vertikal Akses Semesta itu merupakan mesin parkir buatan Swedia dengan harga per unitnya sebesar Rp 122 juta atau jika dijumlahkan untuk 18 mesin tersebut sebesar Rp 2,2 miliar.

Respati Adi Sucahyo dari PT Vertikal Akses Asia mengatakan mesin parkir itu menggunakan sumber energi surya atau tenaga matahari (solar cell) dalam pengoperasiannya dengan kekuatannya yang mampu bertahan hingga 20 tahun.

\"Mesin parkir itu menggunakan baterai dan bahan bakar solar cell atau penggunaannya menggunakan tenaga surya. Mesin ini juga sangat kuat, mudah perawatannya,\" kata Respati.

Dijelaskan, mesin parkir itu kali pertama dibuat dan dilakukan uji cobanya tahun 2014 silam di Kota Bandung. Sampai saat ini, telah dipasang ratusan mesin di berbagai daerah di Indonesia.

\"Sampai saat ini sudah 450 mesin yang sudah kita pasang di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu keunggulan mesin ini meskipun saat musim hujan yang minim matahari yang hanya mampu menyerap 30 persen ke baterai, tapi mesin ini bisa bertahan hingga 14 hari,\" pungkasnya.


Editor : Andri Ridwan Fauzi
Sudah dilihat 43 kali

Komentar