Merti Dusun Sapar Tumpeng Kepyur Di Candi Pringtali

39096 medium post 46665 aa49d9fc b648 4af5 bfe8 7b22813b64e5 2018 11 15t11 52 10.871 07 00 39097 medium post 46665 7628b476 3e3a 4e5d ae25 fd530a5171b3 2018 11 15t11 52 15.665 07 00 39099 medium post 46665 1ee7793b effa 4fac acd4 88f64cfbf5cb 2018 11 15t11 52 23.682 07 00 39098 medium post 46665 78570bce 0329 4827 8d27 2a13bca9a0d2 2018 11 15t11 52 19.543 07 00
Candi Pringtali merupakan salah satu situs Candi yang berada di Dusun Pringtali, Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Candi dengan ukuran kurang lebih 2 m dirawat secara turun temurun oleh pimpinan wilayah setempat. Candi tersebut belum diketahuhi kapan dibangun dan untuk apa candi tersebut karena tidak memiliki catatan mengenai sejarah keberadaan Candi ini. Diperkirakan candi ini sudah berdiri sudah ratusan tahun. ( https://www.google.co.id/amp/s/situsbudaya.id/amp/candi-pringtali-kulon-progo/)
Hal ini tidak terlepas dari Tariyo Dukuh Pringtali sebagai tokoh yang memiliki dedikasi merawat dan menjaga kelestarian. Atas konsistensinya pada bulan november mendapat anugerah sebagai pelestari warisan budaya oleh Dinas Kabupaten Kulon Progo.
Apresiasi tersebut mendorong warga untuk memeriahkan kegiatan bulan safar yang biasanya hanya di isi kenduri kini dengan berbagai prosesi dan pertunjukan hasil karya dan kebudayaan warga.
Acara ditandai dengan membersihkan kawasan makam yang berada disisi utara pedusunan. Tidak lupa kawasan Candi Pringtali dilakukan berbagai perawatan, pembersihan kawasan dan pemberian pagar dengan mengunakan bambu.
Pada tahun 1980-an terdapat sumber mata air yang melimpah dikawasan tersebut, yang kini telah hilang. Sehingga warga bergotong royong membersihkan sumber mata air atau sendang yang telah hilang. Tariyo berharap mata air dari sendang yang saat ini mulai muncul menjadi pertanda akan makmurnya Dusun Pringtali. Karena hilang mata air tersebut mulai terasa dampaknya ketika terjadi musim kemarau warga kekurangan air.
Di Kawasan Candi menjadi Pusat kegiatan saparan berupa kenduri dan kembul bujono, yang pada tahun sebelumnya berada di rumah Pak Dukuh (Kepala Dusun) atau Rois (Tokoh agama Islam setempat). Pawai gotong tumpeng di iringi oleh warga masyarakat baik kelompok laki laki dan perempuan.
Pada malam harinya di gelar pertunjukan wayang orang dari warga. Kelompok wayang yang saat ini tersisa tinggalah pemain yang sudah tua/sepuh. Dan saat ini mulai dilakukan regenesi. Anak anak SD Kebonharjo yang diharapkan sebagai penggantinya. Saat ini mulai digelar latihan untuk kerawitan dan dutampilkan sebelum acara kirab tumpeng.
Kegiatan ini berdasarkan kebiasaan para leluhur diman penentuan harinya berdasarkan kalender bulan jawa yaitu pada Bulan Sapar dan di hari Rabu Terakhir (Rebo Wekasan) pada tahun ini di selenggarkan pada hari Selasa 6 November 2018. #desakebonharjo
Sudah dilihat 238 kali

Komentar