MERENUNGI BUDAYA SASAK YANG SEMAKIN MEMUDAR.

59911 medium post 65704 e61120ca fb02 4548 b593 7acb82e74fe8 2019 04 29t21 35 39.213 08 00
Akhir akhir ini, cukup banyak budaya di NTB khususnya pulau Lombok yang semakin menciut dan ditinggalkan. tampak terlihat dari pola pikir dan hidup masyarakat yang semakin jauh dari budayanya sendiri dan datangnya budaya budaya lain menyebabkan pergeseran kepada budaya setempat. ini akan menyebabkan kefatalan terhadap perkembangan kehidupan masyarakat dan pariwisata NTB sendiri.
ada beberapa budaya yang dapat saya tangkap yang mungkin ditinggalkan oleh masyarakat lokal, Antara lain :
1. Gendang beleq
Gendang beleq dapat dikatakan sebagai kesenian musik asli dari suku sasak, Lombok. gendang beleq banyak digunakan ketika ada ritual nyongkolan (silaturahmi pengantin laki" ke rumah pengantin perempuan) yang dilakukan dengan sebuah arak arakan. di prosesi tersebut, Gendang beleq digunakan sebagai pengiring bagi kedua mempelai sampai ke rumah sang mempelai laki laki. Namun sayang, Sekarang nampak pemandangan tersebut sudah langka dan sedikit ditemukan, terutama di daerah pedesaan. Kini, Gendang beleq sudah tergantikan oleh musik berbau modern "Kecimol" yaitu sebuah grup band tetapi ditata seperti drum band/marching band dengan menggunakan sound system standar konser. ini sangat disayangkan, bahkan. Grup tersebut juga memamerkan seorang penari erotis dan sexy yang tidak tidak layak dipertontonkan.
2. Baju adat
baju adat Lombok juga nampak sudah semakin dilupakan oleh masyarakat setempat. Baju ini berwarna hitam bernama godek nungkek bagi laki laki dan Lambung bagi perempuan Baju adat banyak digunakan ketika prosesi nyongkolan pula oleh pasangan pengantin dan para dayang dayangnya atau disebut "pengiring" yaitu orang yang bertugas mengiring kedua pengantin di prosesi nyongkolan. kini, Baju adat tersebut sudah banyak digantikan oleh baju baju modern seperti kaos dan lain lain. ini cukup memprihatinkan bagi Lombok, Dimana kini baju tersebut hanyalah digunakan bagi segelintir orang yang masih peduli untuk melestarikannya.
3. Begawe
Begawe adalah salah prosesi silaturahmi bagi pengantin dengan kerabat" nya, dengan cara datang dan membawa sebuah oleh oleh biasanya berupa beras dengan gula yang sudah dibungkus maupun makanan. masing masing daerah memiliki cara tersendiri untuk merayakannny tetapi tetap dengan bentuk dan tujuan yang sama. setelah begawe, Biasanya ada prosesi begibung. Begibung dilakukan setelah begawe dan sebelum dilaksanakannya nyongkolan. Begibung adalah salah satu adat istiadat yang dimana orang orang yang sudah datang dan membawa beras tadi ke rumah pengantin kembali datang keesokan harinya. untuk dibagikan sebuah nasi beserta lauk tradisional yaitu, Empak (daging sapi) dan ares (batang pisang diiris). Masyarakatpun tak tanggung tanggung, mereka membawa sebuah wadah yang cukup besar seperti ember dll.. untuk membawanya. Namun, budaya tersebut kini sudah banyak ditinggalkan karena faktor ekonomi dan kesederhanaan pelaksanaannya. Ini cukup disayangkan, Karena di prosesi inilah segala bentuk kegotongroyongan, kepeduliaan, kekeluargaan tercipta.
Itulah beberapa adat yang semakin memudar menurut saya; Sebenarnya masih banyak lagi, tetapi. karena keterbatasan fasilitas. Jadi, Saya akan memberikan di lain waktu.. "Jika kita tidak dapat menjaga budaya sendiri, maka tidak akan jauh beda seperti membuang diri kita sendiri kawan, jadi, marilah kita sama sama melestarikan apa yang telah diwariskan oleh leluhur kita ini dengan cara selalu memunculkannya kepermukaan".
Salam hormat semeton sasak :)
Sudah dilihat 59 kali

Komentar