Mercy Corps Indonesia Gelar Sosialisasi Hasil Kajian Upaya Pengurangan Risiko Banjir di Kabupaten Semarang

23412 medium whatsapp image 2018 04 03 at 10.38.42
Ungaran, Kamis (02/04) Mercy Corps Indonesia menginisiasi pertemuan untuk membahas hasil kajian intervensi upaya pengurangan risiko banjir yang dilakukan oleh ESG (salah satu mitra kerja Mercy Corps Indonesia).

Acara yang bertempat di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang dihadiri oleh 19 peserta terdiri dari instansi pemerintahan seperti Balai Besar Wilayah Sungai Provinsi Jateng, Dinas Pekerjaan Umum, Barenlitbangda, Dinas Satpol PP dan Damkar; lalu beberapa camat dan lurah di daerah hulu DAS Garang juga turut hadir; ada pula aktivis-aktivis lingkungan sepert Kelompok Peduli Lingkungan Ungaran Peduli, SAR Bumi Serasi Kabupaten Semarang, Baguna (Badan Penanggulangan Bencana) Kabupaten Semarang. Mercy juga tak lupa mengundang Pengembang Perumahan Amaya dan Perumahan The De Arra Residance selaku salah satu aktor utama perubahan lingkungan di Kabupaten Semarang.
Dalam pembukaan acara, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang menegaskan “DLH tidak melarang adanya pembangunan, tetapi kita mencari solusi bersama untuk memperbaiki dampak adanya pembangunan tersebut.”

Beliau menambahkan bahwa laporan aduan warga sering sekali masuk ke DLH, “Apa yang sudah dilakukan Pengelola Perumahan Amaya untuk menjaga lingkungan? Karena depan perumahan Amaya sering banjir. Banyak sekali laporan yang masuk ke kita.”

Dalam acara itu, Nyimah Wardah, koordinator Program TRANSFORM (program manajemen risiko banjir antar wilayah melalui tata kelola dan inovasi teknologi informasi) memaparkan tiga strategi yang bisa diterapkan untuk menjaga lingkungan di Kabupaten Semarang khususnya agar tidak terjadi banjir. Tiga strategi yang akan dilakukan pada 2018 ini adalah (1) Penanaman 5000 pohon di area seluas 5 hektar. Area penanaman berada di desa Munding, Keji, dan Kalisidi. (2) Sumur resapan seluas 1,5x1,5x2 meter. Lalu yang (3) Pembuatan swale atau saluran resapan alami.

Diharapkan dari ketiga strategi ini dapat mengurangi limpasan air hujan ke daerah pemukiman secara langsung dan meningkatkan resapan air hujan. Karena diketahui dari hasil penelitian tim program TRANSFORM, daerah resapan air hujan di hulu DAS Garang hanya 20%.
Sudah dilihat 88 kali

Komentar