Merajut Harapan Kejayaan Kopi Menoreh

39121 medium post 46692 9e72384d fd4e 472c a037 1754985955f9 2018 11 15t13 50 42.673 07 00 39122 medium post 46692 46d2fa52 fbb4 4a21 8498 eeb676924f55 2018 11 15t13 50 46.555 07 00
Warung Kopiku didirikan sejak bulan Juli 2018 oleh seorang pemuda desa bernama Heri Sutanto. Memproduksi dalam bentuk minuman siap saji dan produk bubuk kemasan yang di beri label Kopi Mbajing. Label diambil dari lokasi produksi Dusun Mbajing, Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Tepatnya di Jalan Samigaluh Purworejo via Banyuasin berdampingan dengan Gedung Puskemas 2 Samigaluh. Anda tidak akan kecewa bila mengunjungi kesana, karena ruang sederhana yang nyaman berupa rumah paggung dengan material kayu dan bambu, ditambah suasana sejuk dan indahnya perbukitan menoreh.
Bermula dari trend kopi yang berkembang saat ini, spirit meraih kejayaan kopi di masa lampau menjadi gagasan pemuda berumur 45 tahun ini. Kopi yang tumbuh berkembang pada era kolonial Belanda tidak pernah dirasakan dalam wujud produk ataupun cita rasanya, warga hanya memproduksi buah tanpa mengolahnya. Karena karakter kepatuhan terhadap pemerintah Hindia Belanda pada saat itu yang melarang mengolah.
Kopi menjadi sangat rentan terhadap tanaman lain yang mempunyai harga jual yang lebih tinggi, sehingga tanaman ini mulai ditinggalkan ketika harga jualnya semakin turun.
Riwayat tanaman Kopipun mulai tersingkir ditandai munculnya tanaman vanili dan cengkeh.
Kepemilikan kopi hari ini tinggal situs budaya pertanian dari sejarah kebesaran kopi di era kolonial. Bisa dikatakan bisa dihitung dengan jari tanaman tersisa di perkebunan warga.
Kopi Mbajing adalah kopi dalam kemasan sedangkan untuk menikmati secara langsung di Warung Kopiku. Ada beberpa pilihan kopi yang terdapat disana yang merujuk dari asal wilayah pedusunan dimana diperoleh. Cita rasa sangat bergantung dari vetasi sekitar. Setiap dusun di wilayah menoreh mempunyai karakter vetasi yang berbeda sehingga akan menghasilkan aneka rasa yang berbeda pula.

Dalam mewujudkan cita cita baiknya, Heri berinisiatif belajar kopi pada pelaku kopi lokal ataupun daerah lain seperti pegiat kopi di Suroloyo yang merupakan tetangga desa, di Kota Bogor dan di Lampung.

Buat pembaca yang tertarik kami persilahkan mampir di warung kopiku yang di buka tiap hari dari Jam 17.00 -24.00 WIB.
Dengan berbelanja di sini anda juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat mengembangkan kopi yang berkualitas di wilayah Menoreh.
Sudah dilihat 65 kali

Komentar