Menjaga Penyimpangan Peserta Didik di Sulteng dengan Pendidikan Agama

1 August 2019, 12:50 WIB
1 0 103
Gambar untuk Menjaga Penyimpangan Peserta Didik di Sulteng dengan Pendidikan Agama
Donggala (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menuturkan jika pendidikan agama sangat penting dan menjadi ujung tombak di dalam menjaga peserta didik di Sulteng dari perilaku-perilaku menyimpang akibat pergaulan bebas di zaman sekarang.

"Saya harap pendidikan agama Islam dapat terus berjalan untuk membentuk pribadi dan generasi pilihan yang berakhlak bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsa,"katanya dalam acara peresmian pembangunan kembali Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Amin Wani oleh Komite 60 Tahun untuk Jepang-Indonesia yang diiniasasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Desa Wani , Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Senin.

Jika seluruh pihak, mulai dari orang tua, tenaga pendidik dan pemerintah lanjutnya, gagal meletakkan nilai-nilai pendidikan agama kepada para peserta didik, berarti telah gagal dalam mempersiapkan mental dan kepribadian mereka dalam menghadapi kehidupan di era modernisasi saat ini.

Yang penuh dengan kemajuan tanpa batas di berbagai hal. Jika iman lemah dan akhlak juga menyimpang maka mereka akan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menyimpang.

"Menyimpang dari nilai-nilai agama yang merusak moral generasi muda kita. Maka untuk menjawab semua itu, maka ada pada kemampuan kita dalam mempersiapkan tenaga pendidik yang bisa menjawab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar  Longki melalui Asisten Gubernur Sulawesi Tengah Bidang Pemerintahan dan Politik Faisal Mang.

Tenaga pendidik yang ia maksud adalah tenaga pendidik yang selain mampu menjawab perkembangan iptek , juga membarengi kemampuan yang mereka miliki dengan iman dan takwa.

"Karena madrasah adalah salah satu jenjang pendidikan yang menciptakan peserta didik yang berkualitas, beriman dan bertakwa sehingga kualitas mutu guru telah menjadi prioritas utama dalam mensukseskan proses belajar mengajar,"lanjutnya.

Apapun lembaga pendidikannya sambungnya, jika tidak  diisi oleh tenaga pendidik yang bermutu maka keberadaan suatu lembaga pendidikan akan sia-sia karena guru adalah kunci keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang baik.

Sekaligus sebagai penentu di dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

sumber : https://aceh.antaranews.com/nasional/berita

  Komentar untuk Menjaga Penyimpangan Peserta Didik di Sulteng dengan Pendidikan Agama

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Warga RW 22, Mergangsan Kidul Sulap Selokan Jadi Lahan Budidaya Ikan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  17 jam
  2. Viral Video Anak Merokok, Yayasan Lentera Anak : Pelanggaran Peraturan Dan Hak Anak

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Jagakarsa, Jakarta Selatan  |  28 May 2020
  3. New Normal Starter Pack

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Cibeurum, Sukabumi Kota  |  30 May 2020
  4. Penyakit Cengkal

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kalipuro, Banyuwangi  |  30 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar

    Aceh Sukses Putus Rantai Penyebaran COVID

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  28 May 2020
  2. 2
    Komentar

    Kenali Panduan New Normal Perusahaan Saat PSBB

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cibitung, Bekasi Kabupaten  |  27 May 2020
  3. 2
    Komentar
  4. 1
    Komentar

    PERAN AKTIF SIBAT LEBARAN DI TENGAH COVID, BAGI MASKER UNTUK JAMAAH SHOLAT ID

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  31 May 2020