Menhub & Abdee Slank Bangun Masjid dan Sekolah di Lokasi Gempa Palu

69589 medium post 73514 adb116ed 4313 4ae1 9036 a6aa64814db1 2019 08 12t09 31 36.728 08 00
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Abdee Negara (Abdee Slank)memberikan perhatian serius bagi korban bencana di Sulawesi Tengah. Salah satunya dengan membangun masjid dan sekolah.

"Saya bersama dengan mas Abdee Slank yang merupakan putra daerah Palu, melakukan penggalangan dana, yang dinamakan Pray Palu. Alhamdulillah terkumpul dana untuk pembangunan masjid dan sekolah," kata Menhub dalam keterangannya, Sabtu (10/9/2019).

Menhub mengatakan itu di hadapan warga Sigi yang berkumpul di lokasi yang akan dibangun masjid. Menhub Budi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di Desa Rampadende, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Budi Karya mengatakan merasa bersyukur bisa hadir di tengah-tengah warga Sigi untuk memberikan perhatian pascabencana gempa dan tsunami September 2018 lalu. Menurutnya, ini merupakan jalan Allah. 

Masjid dan sekolah ini, lanjut Budi, adalah salah satu bentuk tali kasih dari warga Jakarta untuk warga Palu. Mantan Dirut AP II ini berharap bahwa masjid yang dibangun ini bisa mewujudkan keragaman di Palu. 

"Kita harus ingat bahwa kita dipersatukan oleh Pancasila, sehingga masjid dan sekolah bisa menjadi salah satu bentuk edukasi yang baik bagi masyarakat tanpa meninggalkan aqidah dan Pancasila itu sendiri," ungkapnya. 

Selain dengan Abdee Slank, Menhub Budi menyebut pihaknya menggandeng Fakultas Arsitek Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta untuk penentuan lokasi, pembangunan masjid dan sekolah. Ada sedikitnya 20 mahasiswa UGM yang diturunkan dalam pelaksanaan pembangunan masjid dan sekolah, sekaligus program KKN. 

"Saya berharap masjid ini membuat nilai hidup masyarakat di sini menjadi lebih baik. Terutama berkaitan dengan kehidupan beragamanya. Dengan kehadiran sekolah ini juga, tingkat pendidikan lebih baik dan kebersamaan berbangsa makin baik. Kita hadir di sini sebagai bentuk tanda cinta kepada Sulteng," tuturnya. 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Abdee Slank mengatakan pada saat gempa, mata rakyat Indonesia tertuju ke Palu. Semua bersimpati termasuk Menhub Budi yang merupakan orang pertama yang menghubunginya, karena memang dirinya asli dari Sulteng. 

"Untuk pertama sumbangan dalam bentuk makanan dan kebutuhan lain sudah sangat banyak. Biasanya, itu terjadi di awal, yang recoverynya sering ketinggalan, ini yang kita pikirkan karena justru ini yang paling penting," ungkapnya.

Abdee menilai apa yang dilakukannya untuk Palu adalah sebagai simbol bahwa dari Sabang sampai Merauke adalah bersaudara. Jika ada yang sakit, maka kata Abdee semuanya akan bergerak. 

"Inilah simbol rasa persaudaran. Dan sumbangan ini juga datang dari orang dari berbagai daerah," ujar Abdee.

Diceritakan pada saat penggalangan dana dalam bentuk lelang, Abdee menyebut barang-barang kesayangan Budi Karya dilelang, dan lucunya rambut Abdee yang digunting pun laku di lelang. 

"Dibantu banyak teman, alhamdulillah ini bisa terwujud. Dan kita sepakat, kita tidak berhenti di sini, akan dipikirkan bagaimana pengelolaanya setelah masjid dan sekolah jadi," ujarnya seraya menyebut dana yang terkumpul mencapai Rp 4 miliar. 

Sebagai simbolis, Menhub Budi bersama dengan Sekda, Bupati Sigi, Abdee Slank meletakan batu pertama untuk pondasi masjid dan sekolah yang jaraknya berbeda sekitar 1 km. Budi Karya juga ikut menyumbang 1 ekor sapi kurban bagi warga korban bencana. (ega/mpr)

sumber: https://m.detik.com/news/berita/
Sudah dilihat 28 kali

Komentar