MENGENAL BUAH MATOA (RAMBUTAN PAPUA)

30727 medium post 39639 f67e770f 76a0 4374 96e7 7c34a6b00e3a 2018 08 19t16 19 07.483 07 00 30728 medium post 39639 e6933e36 c1a3 4e10 bcbe e26b68b1fee5 2018 08 19t16 19 11.248 07 00 30729 medium post 39639 e5b76f21 fb74 4351 9263 668a6353a08e 2018 08 19t16 19 14.460 07 00 30730 medium post 39639 7484facd e6fb 4b01 a8b9 3da51004b195 2018 08 19t16 19 17.105 07 00 30731 medium post 39639 6954c054 214b 4b66 8088 47e022c15b15 2018 08 19t16 19 18.442 07 00
Pohon Matoa (Pometia pinnata) tergolong tanaman liar, aslinya hidup di hutan hutan Papua, di Solo sudah lama dikembangkan, bahkan sudah disertifikasi menjadi kebun indukan.
Di Papua dikenal 2 jenis matoa, yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Ciri yang membedakan keduanya adalah terdapat pada tekstur buahnya, Matoa Kelapa dicirikan oleh daging buah yang kenyal seperti rambutan rafiah diameter buah 2,2-2,9 cm dan diameter biji 1,25-1,40 cm. Sedangkan Matoa Papeda dicirikan oleh daging buahnya yang agak lembek dan lengket dengan diamater buah 1,4-2,0 cm. Buah matoa kelapa lebih disukai konsumen, namun keduanya sama enaknya.
Pengkebun matoa masih sangat jarang, umumnya hanya selingan disekitar rumah atau pekarangan dalam jumlah 1 - 10 pohon. Peluang buah ini sangat besar untuk dikembangkan. Agar buahnya pendek, bibit cangkok sangat disarankan, caranya pesan langsung pada pemilik pohon matoa kelapa. #sumber berbagai sumber
Sudah dilihat 77 kali

Komentar