Mengapa Urban Farming Harus Dikembangkan

8 November 2019, 20:58 WIB
1 0 134
Gambar untuk Mengapa Urban Farming Harus Dikembangkan
Kebutuhan akan bahan pangan terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk yang cenderung terus bertambah setiap tahunnya. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah penduduk Indonesia telah menempati peringkat keempat terbesar setelah China, India, dan Amerika Serikat.
Kebutuhan pangan perkotaan

Saat ini, diperkirakan 50 persen penduduk dunia tinggal di perkotaan. Di Indonesia sendiri, diperkirakan pada 2035, sekitar 65 persen penduduk akan menghuni perkotaan, terutama di 16 kota besar di Indonesia.

Pada 2019, jumlah penduduk di Indonesia mencapai sekitar 265 juta orang atau sekitar 4 persen dari keseluruhan jumlah penduduk dunia. Angka tersebut mengindikasikan besarnya jumlah bahan pangan yang harus disediakan. Namun, jika peningkatan jumlah penduduk tidak diimbangi dengan peningkatan produksi pangan, maka masalah antara kebutuhan dan ketersediaan pangan tidak dapat dihindari lagi.

Isu peningkatan jumlah penduduk dan perubahan iklim global merupakan beberapa faktor yang menjadi tantangan dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Hal-hal tersebut merupakan tantangan yang harus dijawab, khususnya oleh lembaga yang berkompeten. Ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut, diantaranya adalah melalui pendekatan inovasi teknologi.
Urban farming untuk ketahanan pangan

Pertanian perkotaan (urban farming) merupakan salah satu jawaban tepat yang tepat atas tantangan pemenuhan kebutuhan pangan di perkotaan. Melalui pertanian perkotaan, ketersediaan bahan pangan untuk dikonsumsi anggota keluarga dapat diperoleh, sehingga ancaman ketahanan pangan di kota dapat dikurangi.

Peran pertanian perkotaan sebagai pendukung ketahanan pangan masyarakat diyakini semakin perlu untuk dikembangkan. Hal tersebut merujuk pada data FAO yang mencatat lebih dari 800 juta orang sudah terlibat dalam pertanian perkotaan di seluruh dunia.

Tidak hanya itu, penduduk berpenghasilan rendah di perkotaan menghabiskan antara 40-60 persen dari pendapatan mereka setiap tahun hanya untuk makanan setiap tahunnya. Sejumlah penelitian memaparkan bahwa kebutuhan pangan di dunia saat ini mencapai 6.600 ton per hari.

Sumber: Indonesia Baik (Kemenkominfo RI)

  Komentar untuk Mengapa Urban Farming Harus Dikembangkan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Alhamdulillah Telah Hadir Radio Rodja 100.1 FM

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cileungsi, Bogor Kota  |  20 Feb 2020
  2. Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  3. Sandang Peringkat 11 Wilayah Rawan Bencana, PMI Banyuwangi Susun Rapat Kerja Kemitraan

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  18 Feb 2020
  4. Menyatukan Langkah, FKDM se-Kota Yogyakarta Melakukan Rakordasi Perdana 2020

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar

    Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    20 - 02 - 2020

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. 3
    Komentar

    GempaBumi Magnitud 4,9 Guncang Lebak, Terasa Hingga Sukabumi

    Andrian Volunteer  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  17 Feb 2020