Membumikan Tertib Berjualan untuk " Wisata Pasar "

2 July 2019, 15:51 WIB
7 0 77
Gambar untuk Membumikan Tertib Berjualan untuk " Wisata Pasar "
" Kepala Pasar datang hei, angkat jualanmu " !. Begitu riuhnya suara pedagang emperan di Pasar Manonda Palu.

Suara yang nyaring ini terdengar apabila ada SIDAK atau patroli rutin Satpol PP, dan hari ini saya mendengarnya langsung.

Kemudian, seorang petugas parkir berkata kepada saya " itu kepala pasar, tegas orangnya ".

Memang sebagai petugas, harus tegas, apalagi menyangkut tertib dan nyamannya suasana pasar, walaupun kadang harus berdebat dengan pedagang.

Saya percaya, bukan maksud petugas untuk membatasi rezki orang, apalagi harus melawan hati nurani dengan pedagang kecil yang untung dan pendapatannya sangat minim. Hanya saja ada asas kemanfaatan yang sifatnya demi kepentingan umum.

Dikota - kota yang sudah berkembang pesat, Pasar tidak lagi sekedar tempat berjualan, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang dapat digunakan bertransaksi sekaligus berswaphoto dan membagikan aktifitas itu di media sosial.

Sekarang, yang perlu dibenahi pemerintah kota, bagaimana pedagang kaki lima/emperan diberi lokasi strategis, dibekali pelatihan menyapa dengan senyum, dibantu promosinya serta merawat tempat agar tetap awet dan bersih.

Demikian tidak ada lagi suara yang meninggi dan omelan pedagang yang tidak perlu, apalagi berakibat keributan.

  Komentar untuk Membumikan Tertib Berjualan untuk " Wisata Pasar "

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!