Melihat Melihat Makassar Setelah Pengesahan UU Cipta Kerja

2 0 57
Gambar untuk Melihat Melihat Makassar Setelah Pengesahan UU Cipta Kerja
Tanggal 6 Oktober lalu saya mendatangi sebuah tempat untuk suatu pekerjaan. Mudah saja saya menuju ke sana karena bisa melalui jalan yang tidak macet dan jalan tikus. Hari itu sudah berlangsung demonstrasi menentang pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja yang disahkan tanggal 5 malam.

Beberapa teman kewalahan menuju ke lokasi. Salah satu teman masih bisa tiba di lokasi sementara yang lain terpaksa putar balik, pulang ke rumahnya karena macet sementara anak semata wayangnya sudah rewel di perjalanan menuju lokasi.

Sementara itu, satu hal yang bikin macet adalah berlangsungnya wisuda salah satu perguruan tinggi di sebuah hotel besar dekat situ. Rupanya masih ada yang menyelenggarakan wisuda offline di saat-saat seperti ini. Saya pikir semua kampus menyelenggarakan wisuda online.

“Sumber pemasukan,” ujar saya dan suami ketika kami mendiskusikan keadaan ini. Ya, wisuda secara offline juga menjadi sumber pemasukan bagi kampus-kampus swasta.

Hari ini saya masih ada pekerjaan di tempat lain lagi dan harus menuju ke sana setelah zuhur. In syaa Allah bagi saya perjalanan berlangsung aman karena saya bisa melalui jalan-jalan tikus. Belum tentu bagi teman-teman lain.

Makassar Terkini menayangkan berita yang menyatakan bahwa salah satu titik aksi yang diperkirakan paling ramai hari ini adalah di sekitar Gedung DPRD Sulawesi Selatan.

Berikut saya kutip dari Makassar Terkini
Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayuh Plus, antara lain HMI, GMKI, PMKRI, KAMMI, IMM, GMNI, PMII, KMHDI, dan HMI MPO memusatkan titik aksi demonstrasi di DPRD Sulsel pada hari ini.

Jadwal Demonstrasi

Dari jadwal yang beredar, demonstrasi pagi dimulai Pukul 08.00 Wita, yakni sekitar 1.500 orang dari Front Oposisi Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (FORMASI), Xenos Zulyunico Ketua Umum SPMN

Pukul 09.00 Wita, di Simpang Lima Bandara, Monumen Mandala Jl. Jenderal Sudirman, Kantor DPRD Sulsel dan Flay Over Jl. Urip Sumoharjo Makassar sekitar 100 orang dari berbagai aliansi buruh FSPBI, FSP TRASINDO dan SPN Sulsel dipimpin, Muh. Said Basir

Pukul 10.00 Wita, di Kantor DPRD Provinsi Sulsel Jl. Urip Sumiharjo Makassar, diperkirakan massa yang hadir sekitar 50 orang dari HMI Kormisariat Perintis dan STIM LPI dengan penanggung jawab lapangan. Ari, Dengan titil kumpul di Lampu merah Adipura Tello.

Pukul 10.00 Wita, di Kantor DPRD Provinsi Sulsel Jl. Urip Sumoharjo Kota Makassar, sekitar 50 orang dari HMI Korkom Perintis Cabang Makassar, Koordinator aksi Rahmatullah

Pukul 10.00 Wita, 1000 orang dari DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Sulsel dipimpin, Basri Abbas,SH

Selekapnya & gambar dari
https://makassar.terkini.id/ini-titik-aksi-unjuk-rasa-hari-ini-hindari-fly-over-kantor-dprd-sulsel/

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Komunitas Motor (Sezari C70 ) Lombok Timur Peduli Lingkungan

    sosiawanputra  di  Pringgasela, Lombok Timur  |  26 Nov 2020
  2. Semangat Harlah KOPRI dari Pulau Putri

    Nensi Indri  di  Gresik  |  30 Nov 2020
  3. Suro Amerta Surokarsan Titik Finish Gowes Bareng Promosi Wisata Kampung

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  29 Nov 2020
  4. TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    TASYAKURAN PEMBUKAAN KEMBALI SSB PELITA TUNAS CICURUG-SUKABUMI

    Firman Ardiansyah  di  Cicurug, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020
  2. 2
    Komentar

    Hayya 'Alal Jihad Itu Lafazh Bid'ah Dalam Azan

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kemang, Bogor Kabupaten  |  30 Nov 2020
  3. 1
    Komentar

    Jurus Jitu Camat Menurunkan Angka AKI-AKB

    Sarip Hidayatulloh  di  Parungkuda, Sukabumi Kabupaten  |  29 Nov 2020
  4. 1
    Komentar

    Komunitas Motor (Sezari C70 ) Lombok Timur Peduli Lingkungan

    sosiawanputra  di  Pringgasela, Lombok Timur  |  26 Nov 2020