Lembutnya Sate Kempleng di Ungaran

32080 medium post 40838 fa8b650f ea7f 4c7e b7a7 20ab8d2c796b 2018 09 05t19 27 13.399 07 00
Beberapa daerah di Indonesia punya olahan sate sapi yang khas, sebut saja sate marangi Purwakarta, dan sate rembiga Nusa Tenggara Timur. Di Semarang, Jawa Tengah ada yang tidak kalah terkenal, yaitu Sate Pak Kempleng Ungaran.
Di ruas jalan utama Ungaran, Kabupaten Semarang terdapat deretan rumah-rumah makan Sate Pak Kempleng. Nama tersebut memang begitu tersohor di daerah ini berkat lezatnya resep warisan pria yang disebut Pak Kempleng.
Nama Pak Kempleng ternyata sudah mulai dikenal sejak tahun 1960. Dahulu pria dengan kebiasaan memiringkan kepala (kempleng) menjual sate sapi dengan pikulan, berkeliling di sekitaran Alun-alun Ungaran.
"Dulunya tahun 1960 pakai pikulan, terus jadi tenda di Alun-Alun Ungaran sebelum jadi Gedung DPRD Ungaran. Baru diterusin sama anak-anaknyam jadi banyak," ujar Hartini (54), salah satu penerus Sate Pak Kempleng, yang merupakan cucu Pak Kempleng.
Selama 58 tahun, resep tersebut berpindah estafet ke beberapa keturunannya. Hartini mulai meneruskan kuliner ini pada 2005, dengan menyewa kios besar di Jalan Diponegoro, Ungaran.
Puluhan sate sapi mentah yang direndam bumbu rahasia terpajang di meja pemesanan. Pelanggan bisa memilih langsung sate yang diinginkan, dan berapa jumlahnya.
"Ada sate sapi dangingnya saja, ada lemaknya saja, ada paru saja, ada babat, ati, ginjal, iso. Tapi satu tusuk satu jenis, ga ada yang campur," tutur sang pelayan di meja pemesanan.
Sesampainya hidangan di meja, aroma gula aren begitu menyita penciuman. Benar saja, saat dilahap, balutan bumbu rempah ketumbar, merica, dengan gula aren begitu kental terasa. 
Hebatnya meski potongan daging besar-besar, tidak terasa liat ataupun keras sama sekali. Bahkan sangat jarang daging yang terselip di gigi. Teksturnya mirip steak dengan tingkat kematangan "medium well" yang masih terasa juicy.
"Daging khas dalam, pakenya. Tanpa lemak, kita gamau satuin daging dengan lamak, atau jeroan, itu sendiri-sendiri," tuturnya.
Penggunaan gula aren pun terbilang unik, cukup membuat rasanya khas dibandingkan menggunakan gula merah atau hanya kecap. Gula aren memang masih mudah ditemui di berbagai desa di Kabupaten Semarang.
Anda juga bisa menikmatinya dengan saus kacang, yang juga bercitarasa manis. Saus kacang dibuat dengan gula aren juga, serta dicampur garam dan bumbu lainnya.
Selain lauk berbahan dasar sapi, di sini juga menyediakan sate kambing dengan sambal kecap, sate ayam, gulai sapi, gulai kambing, tongseng sapi, tongseng kambing, dan sup iga, juga gongso.
Satu porsi sate sapi pak kempleng ini dijual seharga Rp 55.000 berisi 10 tusuk. Anda juga bisa memesan satuan dengan harga Rp 5.500 per tusuk untuk tiap jenis sate.
"Satu harinya kurang hafal berapa, tapi kalau akhir pekan bisa ribuan tusuk," kata Hartini.
Di dindingnya terpajang beberapa tokoh yang pernah makan di sini mulai dari walikota, Gubernur Ganjar Pranowo, Permadi, dan lainnya.
Untuk mencobanya Anda bisa berkunjung ke Jalan Diponegoro, nomer 274 Ungaran, Kabupaten Semarang. Sate Sapi Pak Kempleng buka mulai pukul 09.00-21.00 WIB.
Sudah dilihat 33 kali

Komentar