La Nina, Dia Bukan Cewek. Dia Fenomena Alam

4173 medium 824bcbfd15cce590dfd4df5ce1d07396
Bulan Mei, seharusnya sekarang sudah memasuki musim kemarau, tapi hujan masih turun di Lamongan. Kemungkinan besar, hal ini terjadi karena factor alam La Nina.

Menurut Kepala Pelaksan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Suprapto, La Nina berakibat musim kemarau lebih pendek dan musim hujan lebih panjang. Ini berkebalikan dengan fenomena El Nino yang mana justru membuat kemarau panjang dan musim hujan pendek. Secara teori, La Nina bisa membawa kebaikan bagi sector pertanian. Namun demikian, terjadinya La Nina tahun ini belum bisa dipastikan, sehingga kemungkinan terjadinya kemarau panjang masih terbuka.

Berdasarkan prediksi BMKG, La Nina akan dimulai pada bulan Juli 2016. Pada rentang waktu Juli sampai Agustus 2016, curah hujan diprediksi akan meningkat. Dan jika La Nina benar-benar terjadi, curah hujan paling tinggi dalam periode ini akan turun pada periode Agustus – September. Setelah itu, musim penghujan alami pun akan dating menyusul. Bisa dibilang, jika La Nina terjadi tahun ini, kita akan memiliki kemarau singkat dan musim penghujan dobel. #arulfact #jawapos_Senin_23_Mei_2016
Sudah dilihat 144 kali

Komentar