Kunjungan Dirjen KSDAE dan Kementrian Lingkungan Hidup di posko pengungsian Desa Pombewe

Header illustration
Kembali Pengungsi di Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru yang sebagian besar (329 KK) berasal dari Desa Jono Oge dikunjungi oleh tamu-tamu istiwewa, yang berasal dari luar daerah. Minggu tadi, 4 November 2018 Bapak Ir. Wiratno, MSc, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekositem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia bersama istri, Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, Manggala Agni Sulawesi Selatan dan Jajaran KSDAE, didampingi pula oleh Guru Agraria Indonesia Bapak Noer Fauzi Rachman dan aktivis Agraria Eva Bande yang berkedudukan sebagai Sekretaris Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Sigi, yang datang untuk mengurangi beban warga pengungsi di tempat itu.

Dirjen KSDAE memberikan apresiasi atas usaha warga untuk mengorganisir diri dengan dukungan beberapa relawan dari berbagai lembaga kemasyarakatan membangun secara mandiri hunian sementara. Meski bangunan yang tersedia belum dapat mencukupi kebutuhan seluruh warga, karena keterbatasan bahan-bahan bangunan. Dirjen menyambut positif ide kedepan untuk menggunakan bambu sebagai bahan alternatif untuk mengatasi kelangkaan bahan-bahan hunian sementara.

Kunjungan kedua dari jajaran Kementerian Lingkungan Hidup ini, memang diprioritaskan bagi warga Jono Oge sebagian besar kehilangan tanah dan bangunan yang tertelan bumi akibat gempa dan likuifaksi. Kehadiran jajaran kementerian di bawah asuhan Ibu Siti Nurbaya yang kedua ini juga disertai pemberian bantuan Genset dan 1 Ton beras sebagai bentuk solidaritas dan duka cita atas peristiwa besar 28 September 2018 di Kabupaten Sigi. Bantuan ini tentu tidak dapat menutupi seluruh beban hidup yang dialami para Pengungsi, tetapi setidaknya dapat meringankan beban mereka.
Kepedulian Bupati Sigi atas pemenuhan hak-hak rakyat dalam kepemimpinannya selama ini telah mengundang simpati yang besar dari berbagai pihak serta sahabat-sahabat dari berbagai level organisasi pemerintahan maupun non pemerintahan, sehingga bantuan-bantuan yang masuk pun tidak terkendala oleh prosedur-prosedur yang rumit untuk situasi serba darurat saat ini. Semoga warga Kabupaten Sigi, serta warga Sulawesi Tengah lainnya segera pulih, dan Tuhan memberkati semua upaya perbaikan yang sedang dilakukan.
Sudah dilihat 12 kali

Komentar