Krisis Bahan Bakar, 5 Rumah Sakit Palestina Terancam Tutup

59916 medium 53918689 23843269882210410 3285680707636035584 n.png
Krisis bahan bakar, itulah yang menimpa beberapa rumah sakit di Palestina. Blokade yang dilakukan pemerintah Israel di Jalur Gaza juga berdampak pada pasokan listrik untuk rumah sakit.

Listrik hanya tersedia selama enam jam setiap harinya di Jalur Gaza, sisanya listrik didapat melalui generator yang digerakkan oleh bahan bakar. Bagaimana nasib para pasien Palestina yang membutuhkan perawatan intensif, apabila peralatan rumah sakit tidak dapat dipergunakan.

Osama Jundiah, balita berusia 1,5 tahun, merupakan pasien salah satu rumah sakit di Palestina yang menderita gangguan ginjal. Ia diharuskan mengikuti perawatan intensif dan operasi berkala.

"Hidup anak saya tergantung pada peralatan rumah sakit ini, ginjalnya beroperasi apabila peralatan ini hidup, jika tidak sama saja berarti mati.." ungkap ibu Osama.

Tak hanya Osamah, saat ini ratusan pasien rumah sakit di sepanjang Jalur Gaza terancam hidupnya karena pasokan listrik rumah sakit yang kian dibatasi.

Ada sekitar 800 pasien gagal ginjal yang nyawanya terancam akibat tidak bisa menggunakan mesin cuci darah. Akan ada 40 ruang operasi yang akan terganggu untuk melayani 250 pasien setiap harinya. Akan ada bayi-bayi yang meregang nyawa akibat minimnya alat-alat kesehatan.

"Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah." (HR. Baihaqi)

Mari selamatkan rumah sakit di Palestina sekarang. Bersyukur atas nikmat hidup hari ini dengan berbagi. Salurkan bantuan terbaik Sahabat Peduli melalui kitabisa.com/letssavepalestine

atau dengan berdonasi melalui:
BNI Syariah 66 0000 4001
a.n. Aksi Cepat Tanggap

#LetsSavePalestine #SaatnyaUmatSelamatkanPalestina #SolidaritasKemanusiaanDuniaIslam
Sudah dilihat 16 kali

Komentar