Kota Malang Kekurangan 318 Guru SD, Kalau ada Pembukaan Formasi, Buruan Daftar!

13539 medium sanan wetan 20140224 01388
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang menunggu redistribusi guru yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kondisi ini dikarenakan Kota Malang tengah mengalami kekurangan 318 guru. Kepala Seksi Bidang Fungsional Pendidikan (Disdik) Jianto mengatakan, sudah tiga tahun terakhir ini tidak ada penambahan jumlah tenaga pendidik pegawai negeri sipil (PNS) di bawah Dinas Pendidikan Kota Malang. ”Fenonema ini terjadi menasional, tidak hanya di Kota Malang,” ujar dia.

Jianto mengatakan, dari seluruh jenjang pendidikan yang ada di Kota Malang, mulai TK, SD, SMP, dan SMA/SMK, hanya tingkat SD yang mengalami kekurangan. Jumlah guru yang tersedia saat ini di SD ada 2.225 guru, dari jumlah 195 SDN di Kota Malang. Sedangkan kebutuhannya 2.453 guru. ”Jadi selama tiga tahun ini, Kota Malang kekuranga guru,” jelas dia.

Kekurangan yang terjadi ini disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya kematian, pensiun, atau mutasi karena ikut suami atau istri bekerja. Selain itu, pertambahan jumlah siswa juga sangat berpengaruh. Karena siswa yang bertambah, juga akan menambah rombel kelas. ”Kekurangan ini bisa saja terus bertambah, karena beberapa faktor tersebut,” jelas dia.

Jianto mengatakan, guru di SD berbeda dengan jenjang yang lain. SD membutuhkan guru kelas, guru olahraga, serta guru agama yang kebutuhannya harus dipenuhi oleh disdik.

Sedangkan untuk guru-guru tambahan lainnya, itu kebijakan sekolah. Misalnya guru kesenian, guru bahasa Inggris, guru menari, dan guru keterampilan lainnya.

Jadi kebutuhkan kelas tersebut harus dipenuhi. Jika tidak, akan terdapat guru yang akan mengajar pada dua kelas. ”Demikian itu tidak efektif,” tambah dia.

Sementara itu, di jenjang taman kanak-kanak (TK), jumlah guru berlebih. Jumlah guru yang tersedia 126 PNS, sedangkan jumlah sekolah yang tersedia ada 4 TK negeri di Kota Malang. ”Jadi beberapa guru TK yang PNS diperbantukan di beberapa TK swasta,” imbuh dia.

Sambil menunggu kebijakan pusat, untuk menyiasati hal tersebut, Jianto mengimbau sekolah untuk mengangkat guru tidak tetap (GTT). Guru dari kalangan fresh graduate atau mahasiswa yang diperbantukan untuk mengajar di sekolah tersebut. ”Tetapi soal gaji, itu diserahkan kepada pihak sekolah, semampunya,” jelas dia. Dengan demikian, diharapkan tidak ada guru yang mengajar dobel di dua kelas. Sehingga, kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan dengan efektif.

Dijelaskan Jianto, untuk GTT, memang tidak secara langsung di bawah pantauan Disdik Kota Malang. Namun, Jianto mengatakan, akan ada bantuan insentif yang bisa didistribusikan dari disdik, jika dia telah memenuhi syarat. ”Setidaknya ada pengganti transportasi untuk GTT,” tukas dia.

Kota Malang termasuk baik dibanding daerah lain. Karena ada yang kurangnya mencapai ribuan guru. ”Semoga lekas ada perhatian dari pusat atas fenomena ini,” harap dia

(Radar Malang)
Img: http://20570233.siap-sekolah.com

Komentar