Kota Bekasi Antisipasi Permukaan Tanah Turun

48549 medium 236613 620
Pemerintah Kota Bekasi mulai mengantisipasi menyusutnya cadangan air akibat pembangunan yang masif di wilayah setempat dan bisa makin memicu ancaman permukaan tanah turun.

Salah satu antisipasi berupa pembuatan sejuta sumur resapan atau drainase vertikal untuk menampung air hujan agar meresap ke dalam tanah.

"Sudah saatnya kelebihan air tidak dibuang ke laut," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Bekasi, Arief Maulana, Kamis, 17 Januari 2019.

Arief mengatakan semakin menyusutnya air tanah mengancam penurunan muka tanah. Bahkan, di Jakarta setiap tahun mencapai 12 sentimeter. Menurut dia, di Kota Bekasi bisa jadi seperti di Jakarta mengingat pembangunan cukup masif seiring berkembangnya wilayah.

Arief mengatakan, instansinya menginisiasi menampung air hujan yang selama ini membanjiri permukiman warga. Sejauh ini, kata dia, air hujan dialirkan menuju saluran sekunder hingga saluran primer lalu dibuang ke laut. "Yang ditampung masih cukup sedikit melalui polder air," kata dia.

Arif mengatakan, pemerintah baru memiliki belasan polder air yang dibangun sejak lima tahun lalu. Sejumlah tempat penampungan air itu di antaranya Polder Pengasinan (Rawalumbu), Arenjaya (Bekasi Timur), Danita (Bekasi Timur), VIP (Bekasi Utara), Rawapasung (Medansatria), IKIP (Jatiasih), Nasio (Jatiasih), Galaxi (Bekasi Selatan), Bendung Koja (Jatiasih), Kalimati (Bekasi Timur), Kalibaru (Bekasi Barat).

"Kami juga akan membangun polder di Ciketing Udik (Bantargebang)," ujar Arief.

Menurut dia, pembangunan polder di Kota Bekasi terkendala keterbatasan lahan. Sebab, lahan yang dibutuhkan cukup luas, minimal 1000 meter. Sedangkan, pengadaan lahan membutuhkan dana yang besar, karena itu sejauh ini memanfaatkan lahan fasilitas sosial dan umum.

Untuk menunjang polder air, kata dia, pemerintah daerah segera menerapkan kebijakan drainase vertikal. "Tahap awal di lingkungan pemerintahan, kemudian area komersil, lalu merembet ke lingkungan sampai ke rumah-rumah," katanya.

baca selengkapnya: https://metro.tempo.co/read/1170965/kota-bekasi-antisipasi-permukaan-tanah-turun-caranya/full&view=ok
Sudah dilihat 35 kali

Komentar