Korban Tabrak Lari Terbaring Lemah Tidak Berdaya di Rumahnya Karena Kurang Mampu

41642 medium whatsapp image 2018 12 05 at 00.48.59   copy
AtmaGo Subang- Dua orang kakak adik ibu Unisem usia 58 tahun beserta Iis Rukisem usia 50 tahun menjadi korban tabrak lari yang terjadi pada hari Kamis, 29 November 2018 kisaran jam 17.45 WIB menjelang magrib, tidak jauh dari lampu stopan Tol Cipali Subang. Kedua korban tidak ingat jenis kendaraan yang menabraknya, karena selain pada saat itu sudah mulai gelap, mereka baru tersadar setelah terbaring lemah tak berdaya di ruangan rawat inap RSUD Ciereng Subang.

Informasi ini kami terima berdasarkan penjelasan langsung dari kedua korban yang terbaring lemah hanya bisa tiduran dan sesekali dibantu saudaranya duduk di tempat tidur sambil merasakan rasa sakit akibat jahitan dikepala dan sebagian tubuhnya terluka. Seharusnya mereka tetap dirawat inap, mengingat tangan kanan ibu Iis yang patah, ditambah kakinya sudah mulai membengkak.

"Semenjak hari senin (3/12/208) mereka sudah tidak dirawat lagi di RSUD karena kondisi ekonomi keduanya sangat lemah apalagi Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang mereka miliki tidak berlaku untuk pasien kecelakaan, akhirnya mereka pun terpaksa dirawat dirumahnya sendiri".

Tim Atmago pada saat itu ditemani oleh tetangga korban yaitu Abah Encup mewawancarai kedua korban sambil lesehan, yang ternyata mereka berdua adalah pedagang kecil yang menjajakan makanan berupa jagung rebus, pepes ikan dan makanan lainnya yang diambil dari tetangganya berkeliling ke wilayah pagaden dengan berjalan kaki, dengan menempuh perjalanan bolak-balik sekitar 12 Km setiap harinya.

Padahal dengan melihat usianya yang sudah mulai menua, Ibu Unisem dan Ibu Iis tetap menekuni pekerjaannya walaupun hasilnya tidak seberapa karena mereka butuh penghasilan untuk membiayai kehidupannya sehari-hari, selain itu Ibu Iis masih mempunyai tanggungan anak bungsunya yang masih sekolah di SMKN 1 Subang.

Mereka mengharapkan untuk bisa dirawat kembali di Rumah Sakit, mengingat pengobatannya masih belum optimal sambil memperlihatkan kedua kakinya yang mulai membengkak karena terkendala oleh biaya perawatan yang tidak akan mereka sanggupi, jangankan untuk berobat untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka sangat pas-pasan, ujar Ibu Unisem sambil menahan sakitnya.

Abah Encup berharap, "semoga masih ada peluang untuk mereka berdua bisa dirawat inap kembali walaupun kejadiannya sudah memasuki hari ke enam, namun mengingat keduanya masih memerlukan perawatan yang intensif agar luka dan benturan dikepalanya bisa diobati secara optimal", ujar Abah.

Diakhir penuturannya Ibu Unisem dengan mimik yang sangat sedih mengatakan bahwa uang hasil penjualannya juga sebesar Rp. 650.000,- turut hilang, padahal itu adalah uang yang harus disetorkan kepada pemilik dagangannya, tutur Ibu Unisem sambil mengusap air matanya. (4/12/2018)
Sudah dilihat 33 kali

Komentar