Korban Dugaan Penipuan “Dimas Kanjeng Taat Pribadi”

Header illustration
DI sisi lain, warga yang merasa tertipu oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi, mulai berani datang dan mengaku ke pihak kepolisian. Karenanya, korban yang diduga menjadi korban penipuan lelaki berjuluk Sri Raja Prabu Rajasanagara itu terus bertambah.

Sejak Dimas Kanjeng dibekuk polisi, Kamis (22/9) lalu, Polres  Probolinggo telah membuka Posko Pengaduan. Namun, baru  Rabu (28/9) lalu, seseorang yang mengaku menjadi korban datang ke Mapolres Probolinggo.

Kepada polisi, korban yang masih dirahasiakan namanya itu mengaku tertipu oleh Dimas Kanjeng. Kapolres Probolinggo AKBP  Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, korban datang ke Mapolres Probolinggo, Rabu sekitar pukul 18.30 WIB. Namun, sejauh  ini baru mengadukan dan belum membuat laporan.

 Arman mengatakan, korban mengaku tertipu duit hingga  sekitar Rp 880 juta. Tapi, pihaknya  masih perlu melihat bukti-bukti yang diajukan oleh pengadu.

Selain di Polres Probolinggo, kemarin sekitar pukul 17.00 WIB,  juga datang pelapor dari Makassar ke Polda Jatim atas nama  Abdul Nur Najem putra dari Najmia.

Kepada polisi, dia mengaku telah tertipu oleh Dimas Kajeng sebesar sekitar Rp 200 miliar.  

Sebelumnya, ada tiga orang  yang melapor ke kepolisian telah  tertipu oleh Dimas Kanjeng.  Satu laporan masuk ke Mabes  Polri dan dua laporan masuk ke Polda Jatim. Dua laporan yang  masuk ke Polda Jatim itu, datang  dari Suyitno, korban asal Kabupaten Bondowoso dan Rahardi,  asal Kabupaten Jember.

Suyitno melapor ke Polda Jawa Timur, Jumat (16/9) lalu. Sedangkan,  Rahardi melapor Sabtu (24/9) atau dua hari setelah Dimas Kanjeng dibekuk polisi. Kepada polisi, Suyitno mengaku telah tertipu sekitar  Rp 1,5 miliar. Sedangkan, Rahardi tertipu sekitar Rp 830 juta. Kedua korban ini sama-sama   ikut tersangka sejak 2011.

Argo mengatakan, atas perbuatannya itu, Dimas Kanjeng disangka telah melanggar pasal 378 KUHP. Dengan pasal ini, tersangka terancam hukuman selama 4 tahun penjara. “Kalau yang dilaporkan ke Mabes Polri, informasinya bukan uang. Tapi, berupa perhiasan. Korban menyetor perhiasan, kami belum  tahu nilainya berapa,” ujarnya.

Atas kasus penipuan ini, kemarin Dimas Kanjeng menjalani pemeriksaan di penyidik.   Pembina Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, itu menjalani pemeriksaan mulai pukul 13.00 WIB. “Tadi (kemarin) kembali menjalani pemeriksaan mulai pukul 13.00 WIB sampai pukul 16.00WIB,” ujar penasihat hukum Dimas Kanjeng, Andi Faisal.

Menurutnya, kemarin kliennya menjalani pemeriksaan atas  kasus dugaan penggelapan dan penipuan. Namun, sejauh ini, menurut Andi, kliennya belum  terbukti melakukan apa yang dilaporkan pelapor.

Andi mengaku, sangat menghargai para pelapor. Namun,  ia berharap para pelapor benar- benar memiliki bukti yang kuat untuk melaporkan kliennya. “Kami menghormati pelapor. Semoga mereka melapor memang dengan bukti yang  kuat, bukan hanya karena aji mumpung,” ujar pengacara asal Malang .
Sudah dilihat 100 kali

Komentar