Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas pinta cepat tangani Limbah Kali Bekasi

32218 medium images %2810%29
Berlarutnya kasus pencemaran kali Bekasi kian menambah keresahan warga, lantaran belum jelas kapan kali Bekasi Bebas Limbah, hal tersebut rupa-rupanya dirasakan oleh Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C), Puarman, dirinya mengaku sejak pencemaran kian parah khususnya tiga pekan terakhir akibat sungai mengering lantaran kemarau, KP2C telah berkomunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, baik Kota Bekasi maupun Kabupaten Bogor. Namun belum ada kepastian menyelesaikan masalah bersama-sama.
"Kata DLH Kota Bekasi ini (pencemaran) kebanyakan dari (Kabupaten) Bogor. Kata DLH Bogor juga begitu, ini tidak hanya orang Bogor tapi Kota Bekasi juga punya kontribusi. Tapi selama tahun 2018, saya mengamati DLH Kota Bekasi sudah menutup industri pencemar sungai. Tapi dari Bogor sama sekali belum ada," jelasnya saat dihubungi ayobekasi.net, Kamis (6/8/2018).
Iya menjelaskan, pihaknya menemukan fakta jika pencemaran tersebut berasal dari pembuangan limbah 10-12 industri tanpa melalui IPAL disekitar bantaran Sungai Cileungsi, tepatnya di wilayah Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Menurutnya Sungai merupakan satu kesatuan yang mengalir melewati berbagai daerah sehingga pemerintah pusat punya andil besar untuk secepat-cepatnya bertindak.
"Harus cepat kalau bisa target September harus selesai, itungan minggu tidak boleh itungan bulan. Kalau sudah masuk bulan Oktober itu musim penghujan, itu masalah. Jadi harus segera mumpung sekarang air sungai lagi mengering, industri yang buang-buang limbah bisa kelihatan," pungkasnya.
Selengkapnya:
http://m.ayobekasi.net/read/20180906/122/1608/pencemaran-cileungsi-dan-kali-bekasi-harus-ditangani-pemerintah-pusat
Sudah dilihat 25 kali

Komentar