Khusus Pemilih Perempuan, Baca Imbauan dari Permampu Jelang Pilkada 2018

27141 medium post 36301 4ee81194 9c0e 4116 81ed 28ce51ed39b9 2018 06 25t16 38 43.505 07 00
TIGA hari menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 Juni 2018 di 4 propinsi, 30 kabupaten/kota di Pulau Sumatera, salah satunya di Kota Bengkulu, para pemilih hendaknya semakin bersiap dan waspada agar Pilkada berlangsung bersih, bebas dari segala bentuk kecurangan dan politik uang, damai, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan intimidasi.

Permampu sebagai Konsorsium 8 LSM Perempuan di Pulau Sumatera (Flower Aceh – Aceh, Pesada – Sumatera Utara, PPSW Sumatera – Riau, LP2M – Sumatera Barat, APM – Jambi, Cahaya Perempuan WCC – Bengkulu, WCC Palembang – Sematera Selatan, DAMAR – Lampung) dan dampingannya yaitu Forum Komunitas Perempuan Akar Rumput (FKPAR) yang mewakili suara 24.358 perempuan akar rumput di 26 kabupaten/kota menyampaikan 6 imbauan kepada seluruh pemilih. Terutama pemilih perempuan yang merupakan mayoritas pemilih agar ;

1. Memiliki dokumen sah untuk memilih : KTP elektronik/Surat Keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)

2. Tidak terlibat politik uang dalam bentuk apapun, sekecil apapun. Politik uang adalah kecurangan yang berakibat buruk kepada penegakan demokrasi, penghapusan korupsi dan kehidupan seluruh rakyat.

3. Mengamati, memonitor, mengawasi seluruh bentuk pelanggaran; melaporkannya kepada Panwaslih/Bawaslu terdekat atau ke contact person LSM Anggota Permampu (lihat di bawah) dengan memuat identitas pelapor, peristiwa dan uraian ringkas kejadian; tempat peristiwa terjadi; saksi yang mengetahui peristiwa tersebut; dan bukti. Serta bersedia menjadi saksi bila dibutuhkan. Saksi dilindungi oleh negara sebagaimana termuat di Pasal 134 Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 yang menyebutkan, bahwa warga negara berhak melaporkan pelanggaran Pilkada dan juga Pasal 10 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban menegaskan bahwa saksi, korban, dan pelapor tidak dapat dituntut secara hukum baik pidana maupun perdata atas laporan, kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikannya.

4.Mempelajari ulang seluruh rekam jejak (track record) para calon dan agenda politik mereka, sebelum memutuskan siapa akan dipilih. Secara khusus, perilaku dan agenda politik yang berhubungan langsung dengan Kesetaraan Gender dan Penguatan Perempuan (Tujuan 5 SDGs/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).

5. Memilih calon yang sesuai pilihan dan hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Membantu para lansia dan penyandang disabilitas di sekitar anda untuk dapat terlibat aktif dalam memilih di Pilkada, para pemilih pemula yang selama ini tidak pernah memilih bukan hanya karena usia muda, tetapi karena tersingkir dari akses memilih pemimpin.

6.Memonitor seluruh proses terutama di hari H ___ 27 Juni 2018 ____, agar tidak terjadi pemaksaan, baik halus atau intimidasi, kecurangan yang berhubungan dengan kertas suara, penghitungan dan berbagai bentuk kecurangan lainnya; serta melaporkannya kepada Panwaslih/Bawaslu terdekat atau ke contact person LSM Anggota Permampu.
Sudah dilihat 90 kali

Komentar