KESESATAN AKADEMIS AKAN MELAHIRKAN GURU DALIH

39228 medium post 46784 bcd611bb 373c 46f3 9a3c 168f6e451bd9 2018 11 16t18 35 53.705 08 00 39230 medium post 46784 91b65839 85d9 4ae5 91ed 7373463f7a6e 2018 11 16t18 35 55.252 08 00 39229 medium post 46784 1b3a2a3d 8d6d 4f65 bbbf 4ac3e4ae526c 2018 11 16t18 35 54.767 08 00
Guru, bukan hanya sekedar profesi. Lebih dari itu, guru merupakan potensi yang cenderung dimiliki oleh setiap manusia yang dicap sebagai khalifah di muka bumi oleh sang Khalik.
Dengan menggelutinya secara profesionallah, baru orang akan mudah memahami dan mengakuinya sebagai sebuah profesi. Dimana dalam setiap kegiatannya, dilakukan secara terencana, terorganisir, terkontrol, serta dievaluasi sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang disepakati atau ditetapkan.
Tidak semua person yang menggeluti dan menjalani profesi guru ini, mengawali kariernya dengan mendasarinya sebagai sebuah passion (bakat unggul). Tetapi hampir sebagian besar melihat profesi guru sebagai sebuah peluang yang mudah dan bisa belajar sambil berproses. Hal inilah yang kemudian seringkali membuat banyak person yang lulus dan mendapatkan predikat sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara), terjebak di dalamnya dengan berbagai dalih. Ada yang mengatakan "Kalau saja aku tahu sebelumnya, menjadi guru itu serumit ini, aku tidak akan memilih profesi ini", ada juga yang mengatakan " Aku malas ke sekokah, anak-anaknya susah diatur, aku mau mundur saja jadi guru". Dan banyak lagi statement-statement nyeleneh lainnya yang terlontar dan tidak etis diucapkan oleh guru yang mengaku profesional.
Lalu dimana letak kesalahnnya?, apakah sistem pendidikannya, peserta didiknya, ataukah gurunya. Jika merujuk dari pandangan Ayah Edi di dalam bukunya yang berjudul Memetakan Potensi Unggul Anak, beliu mengatakan bahwa seseorang yang memilih satu profesi berdasarkan passion (bakat unggul), maka orang tersebut akan selalu senang menjalani aktivitas profesinya, tidak akan pernah bosan dan jenuh dengan aktivitasnya, dan unggul di dalam persaingan-persaingannya.
Nah, jika seperti itu kenyataannya, maka dengan melihat kondisi kekinian guru di banyak sekolah hari ini, bisa dikatakan banyak guru yang telah tersesat secara akademis dalam memilih profesi, karena tidak sesuai dengan indikator passion yang menjadi basic kuat dalam memilih dan menetapkan pilihan sebuah profesi.
Maka, untuk menjadi guru yang asyik dan menyenangkan, kita harus berangkat dari niat yang tulus dan passion yang kita miliki. Sebab disitulah jalan yang terang penuh cahaya yang bisa kita lewati tanpa beban dan dalih. #LombokBangkit #LombokBersamaAtmaGo
Sudah dilihat 99 kali

Komentar