KEREN..SISTEM TABELA (TANAM BENIH LANGSUNG) DI SAWAH

31660 medium post 40431 2caaa025 de3b 46a5 b1c5 8702473ebe2c 2018 08 31t08 01 55.181 07 00 31661 medium post 40431 86a89388 cda9 43fe a2f6 56210ffa48de 2018 08 31t08 01 56.045 07 00
Kembangkan Sistem TABELA, Kementan optimis Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Kebumen.
TABELA (Tanam Benih Langsung) adalah sistem tanam padi dengan cara ditaburkan secara langsung. Sistem ini sudah dikenal oleh petani Indonesia, terutama oleh petani yang membudidayakan padi gogo atau gogo rancah.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Horrikultura, Suwandi selaku PJ Upsus Provinsi Jawa Tengah saat melakukan penanaman benih padi dengan sistem TABELA di Kecamatan Ayah Kab Kebumen (29/8/2018) bersama Kepala Dinas Pertanian & Pangan Kab Kebumen, Pudji Rahayu dan Kepala STTP Magelang , Ali Rahman serta Danramil & Koordinator BPP Kec Ayah.
Salah satu dasar dikembangkannya sistem ini adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi, terutama efisiensi dalam penggunaan tenaga kerja tanam.
Sistem tanam benih langsung (tabela) merupakan sistem penanaman tanaman padi tanpa melalui persemaian dan pemindahan bibit.
Sistem tabela pada dasarnya dibedakan atas dua cara, yaitu tanam benih langsung dalam larikan atau tanam benih langsung secara merata (broad cast) pada areal pertanaman.
Suwandi berharap Kecamatan Ayah dapat menjadi replikasi untuk kecamatan lain. "Pantau terus progres pertanamannya, dibuat analisis biayanya, sehingga pada musim hujan sebelum panen tiba, sudah semai lagi" jelasnya

Suwandi menambahkan bahwa saat ini terdapat 1275 ha lahan basah yang bisa ditanami dengan memanfaatkan setiap jengkal tanah untuk apapun jenis tanaman yang paling sesuai, baik dengan cara tumpang sari dengan kedelai (salip-salipan).
"Bagi yang butuh pompa silahkan usulkan ke kami", ujar Suwandi.
Kepala Dinas Pertanian & Pangan Kab Kebumen, Pudji Rahayu, menjelaskan bahwa sistem TABELA adalah sistem pertanaman padi dengan memanfaatkan sisa air yang masih terkandung di dalam tanah dan sumber air yang berasal dari aliran sungai untuk mengairi selama proses pertumbuhan.
"Sistem TABELA ini juga dapat memangkas waktu semai yang biasanya membutuhkan waktu 21 hari dan memotong biaya olah tanah" tukasnya
Kepala STTP Magelang, Ali Rahman menambahkan bahwa dengan adanya Sistem TABELA ini mengedukasi para petani untuk dapat membuat rasio perbandingan keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan sistem TABELA dan sistem lainnya.
@sumber KEMENTAN RI #TABELA #Benih #Kebumen #STTPMagelang #Kementan #DitjenHortikultura
Sudah dilihat 29 kali

Komentar