Kenapa Kita Harus Menulis?

67152 medium background book 1
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis maka ia akan hilang dari masyarakat dan dari sejarah.

Kata bijak itu merupakan petuah dari Pramoedya Ananta Toer, salah satu sastrawan terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini. Kita juga sering mendengar bahwa menulis berarti memahat keabadian. Dengan menulis banyak orang yang sudah lama meninggal namun masih tetap hidup melalui karyanya. Lalu timbullah pertanyaan, bagaimana caranya untuk menjadi penulis?

Sebelum membahas lebih dalam, mari kita ubah sedikit pertanyaan tersebut menjadi kenapa saya menulis? Simplenya saya ingin dikenang. Ada bagian dari diri saya yang egois rasa untuk dikenang. Nah, untuk itu saya selalu mengabadikan apapun yang sudah saya serap. Salah satu yang mendorong untuk menulis adalah membaca. Yups, hobi membaca ini merupakan syarat utama seorang penulis. Selali menambah wawasan, membaca akan memperkaya bank kata kita.

Jadi, kalau ada yang bertanya bagaimana caranya menjadi penulis, berarti dia belum banyak melahap karya-karya orang lain. Semakin banyak kita menyerap karya orang lain, maka semakin kuat juga keinginan kita untuk menulis. Lalu apa sih manfaat dari menulis? Tentunya banyak sekali manfaatnya, namun kali ini kita akan membahas 3 manfaat menulis.

1. Membantu memulihkan emosi
Mengekspresikan emosi melalui kata-kata dapat mempercepat penyembuhan. Menulis pikiran dan perasaan kita setelah peristiwa traumatis benar-benar dapat membuat luka fisik lebih cepat sembuh, menurut sebuah studi oleh peneliti di Selandia Baru. Dalam studi ini, peserta yang pernah mengalami pengambilan biopsi kulit ditugaskan untuk menulis sebuah catatan mengenai pikiran terdalam tentang apapun selain perasaan atau keyakinan mereka. Kemudian, setelah dua minggu, para peneliti mengamati kemajuan bekas luka yang ada di tubuh mereka. Dan hasilnya adalah, mereka yang menulis tulisan ekspresif mengalami pemulihan lebih cepat daripada mereka yang dilarang menulis tentang perasaan mereka.

3. Membuat Anda lebih terorganisir
Ketika kita mengenal rasa cinta dan berkeinginan untuk menulis, kita akan berusaha untuk menempatkan jadwal menulis di sela hari-hari kita dengan lebih terstruktur. Penulis yang paling sukses akan membuat jadwal untuk menulis dan benar-benar meletakkannya di kalender. Melakukan hal itu akan membantu kita mempertahankan jadwal keseharian, tidak hanya pada aktivitas menulis, namun kita juga akan terorganisir dan efisien dalam bidang lain di kehidupan kita.

3. Membuat pikiran dan tubuh lebih baik
Menurut sebuah artikel tahun 2005 di jurnal Advance in Psychiatric Treatment, manfaat menulis tulisan ekspresif tidak hanya dialami dalam jangka pendek, namun juga dalam jangka panjang. Menulis ekspresif telah dikaitkan dengan peningkatan suasana hati, kesejahteraan, tingkat stres dan gejala depresi, serta manfaat fisik seperti penurunan tekanan darah, dan juga peningkatan fungsi paru-paru dan hati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menulis tulisan ekspresif dapat membantu orang dengan gangguan stres pascatrauma.

Setelah mengetahui alasan dan manfaat menulis, sudah siap untuk menulis? Mulai hari ini cobalah untuk membiasakan menulis, karena menulis juga mempunyai otot. Semakin dilatih semakin baik. Mulai dari diary, status medsos, atau lewat atma Go ini. Apapun profesi kita, menulislah. Tulislah yang baik-baik, semoga tulisan kita bisa menjadi amal jariah buat kita. Semoga bermanfaat! #atmaGobanten #pengembangandiri
Sudah dilihat 103 kali

Komentar