Kemarau, Bendung Katulampa Berada di Titik 0

36158 medium bendungan katulampa %28800 x 600%29
KATULAMPA, AYOBOGOR.COM -- Musim kemarau yang melanda wilayah Bogor dan sekitarnya membuat ketinggian air sungai Ciliwung yang melewati pintu bendung Katulampa menyentuh angka terendah yakni berada pada angka 0 sentimeter pada Selasa (16/10/2018) siang.

Pantauan ayobogor di pintu Katulampa air hanya mengalir normal ke aliran irigasi atau kalibaru sementara ke aliran Ciliwung meskipun ada hanya sedikit.

Akibat surutnya ketinggian air itu membuat beton penahan laju air dan bebatuan di badan sungai ciliwung terlihat jelas dan bahkan sejumlah badan sungai ditumbuhi rerumputan hijau.

Kepala pengawas Bendung Katulampa, Andi Sudirman mengatakan debit air Sungai Ciliwung secara keseluruhan berada pada angka 2200 liter perdetik. Angka tersebut jauh berkurang yang pada musim hujan normalnya mencapai 20.000-40.000 liter per detik.

"Ketinggian saat ini untuk yang melewati pintu bendungan masih bertahan pada titik nol sementara debit air keseluruhan terpantau berada pada angka 2200 liter perdetik, ini dikarenakan musim kemarau yang lumayan panjang," kata Andi kepada ayobogor saat ditemui di Bendung Katulampa.

Dia mengatakan surutnya ketinggian sungai Ciliwung terlihat sejak awal Juli dan pada Agustus air terus surut. Setelah Agustus ketinggian air sempat beberapa kali mengalami kenaikan karena hujan yang turun di Kota Bogor namun tak bertahan lama.

"Sejak Juli hingga Oktober titik terendah pernah debit 2.000 liter per detik itu keseluruhan Ciliwung tapi level 2.000 masih standar dan buat irigasi masih aman, tapi mudah-mudahan ada hujan setelah ini agar air yang mengalir ke ciliwung bertambah," kata Andi.

Dia mengatakan akibat kondisi air yang menurun dapat membahayakan ekosistem yang ada di sepanjang aliran Ciliwung sehingga pihaknya memberlakukan sistem giring gilir yakni membagi debit air untuk dialirkan ke aliran ciliwung dan aliran irigasi.

"Kita gunakan sistem giring gilir, jadi dibagi seperti jika debit air hulu ciliwung keseluruhan 2.000 liter nah 1.500 liter kita alirkan ke irigasi dan 500 ke Ciliwung. Untuk Ciliwung ini kita alirkan agar bisa melindungi ekosistem yang ada di sepanjang aliran sungai," jelas Andi.

Editor : Dadi Haryadi
Oleh Husnul Khatimah
Sudah dilihat 36 kali

Komentar