Keluhan Pengungsi Kota Palu Sebut Huntara Sering Terendam Banjir

20 May 2019, 23:26 WIB
6 1 87
Gambar untuk Keluhan Pengungsi Kota Palu Sebut Huntara Sering Terendam Banjir
Palu,Alkhairaat.com – Puluhan warga pengungsi korban gempa, tsunami dan Likuefaksi di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga kini masih banyak yang bertahan di Hunian Sementara (Huntara). Seperti huntara yang terletak di Jalan Sekarno-Hatta, Kelurahan Tondo, Kota Palu, sampai saat ini, masih dihuni 50 Kepala Keluaraga (KK).

Huntara yang berjumlah 50 unit ini tengah di tempati 1 KK perkamar terdiri dari 3 sampai 5 orang berkeluarga. Merasakan sengatan hawa panas matahari merupakan kenyataan pahit yang harus dirasakan para pengungsi.


Sebagaiman yang diungkap Tamrin Ahmad, salah satu warga tinggal di Huntara tersebut. Ia mengatakan, selain kepanasan, masalah yang kerap dirasakan warga pengungsi di Huntara tersebut yaitu biaya Listrik. Menurutnya, para warga pengungsi merasa kesulitan saat menutupi tagihan listrik. Di Huntara itu, hanya menggunakan 1 Kilometer Listrik yang disalurkan ke masing-masing kamar, sehingga setiap Minggu, mereka harus mengeluarkan uang untuk membayar iuran sesuai pemakaian.

“ Setiap Minggunya, kami harus membayar iuran listrik sesuai pemakaian. Namun, membuat kesulitan bagi kami untuk menutupi tagihan listrik,” jelas Tamrin, kepada Alkhairaat.com, Minggu (19/05/2019).

Bahkan, kata Tamrin, Lokasi Hunian yang terletak di dataran rendah itu sering kali terendam banjir ketika diguyur hujan, akibatnya, terdapat beberapa unit tidak bisa ditempati karena masuk air.

Ia juga berharap, pemerintah terus memperhatikan para warga yang masih berada di Huntara, tidak hanya pengungsi Kota Palu, tetapi seluruh warga yang kehilangan tempat tinggal di wilayah Pasigala.

“ Kami berharap, agar Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten, Kota dan pihak swasta di Sulteng lebih memperhatiakan masyarakat yang kehilangan rumah dan masih tinggal di Huntara, dipastikan terpenuhi kebutuhannya. Sehingga, masyarakat tidak merasa terpinggirkan,” tutur Tamrin. (DNT)
_
sumber: Alkhairaat.com (Supardi)
ket gambar : Tamrin Ahmad, salah satu krban bencana di Kota Palu hingga kini masih tinggal di Huntara. Foto : Danti

  1 Komentar untuk Keluhan Pengungsi Kota Palu Sebut Huntara Sering Terendam Banjir

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Sandy Makal

sudah hampir setahun bencana berlalu, sudah banyak juga bantuan yang masuk, tapi persoalan Huntara/pengungsian yang humanis belum mendapat perhatian lebih.

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bupati Ancam Pecat Kadus dan Kaling Minim Pengawasan Kebersihan

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jan 2020
  2. PEREMPUAN TANGGUH PERINA

    @ichaq_rasyid  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  5 Jan 2020
  3. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  4. Organisasi Mahasiswa Daerah Melakukan Aksi Galang Dana Peduli Banjir Bekasi

    Abdul Malik Fajar  di  Bekasi Kota  |  4 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA (Diklat PMI)

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  2. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  23 jam
  3. 5
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA (DIKLAT PMI)

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    PULAU TABUHAN AKHIRNYA RESMI DISEWAKAN KE PERUSAHAAN SINGAPURA

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Wongsorejo, Banyuwangi  |  15 Jan 2020