Kegiatan Pengembangan Hutan Rakyat Pola Pengkayaan

52579 medium post 58826 1509459f d089 4853 8cf9 8fae34b42adf 2019 03 06t16 49 41.837 07 00 52581 medium post 58826 74fd9e2d 991c 482e a551 cc16abab633f 2019 03 06t16 49 54.477 07 00 52580 medium post 58826 098d5bf6 e867 4ba3 8654 6aacf35f3d29 2019 03 06t16 49 49.567 07 00 52582 medium post 58826 5ac1a570 2c38 45d3 bb0a 8a433124d18f 2019 03 06t16 49 56.939 07 00 52588 medium post 58826 0edb8bc1 99db 4372 8ebf ff7938dabc7e 2019 03 06t18 26 25.370 07 00
Pemanfaatan kawasan stategis lahan produktif dan pengembangan hutan rakyat berbasis kelestarian lingkungan hidup belum bisa dilakukan secara maksimal di wilayah Indonesia dan Kulon Progo utara khususnya. Hal itu terkendala oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk menggarap lahan secara maksimal dan mengembangkan produksi hutan non kayu sebagai investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Demikian disampaikan oleh Ir. Benny Panjaitan. S.P Direktur FAM KLH Jakarta. Rabu, 6 Maret 2019 di sekretariat Kelompok Tani Hutan Wana Bangun Asri Prangkokan Purwosari Girimulyo.
KTH Wana Bangun Asri Prangkokan Purwosari Girimulyo bekerjasama dengan Forester Act Media Kehutanan dan Lingkungan Hidup Jakarta mengadakan pemetaan calon lokasi produktif lahan pertanian non kayu dan perkebunan buah. Yang nantinya lahan tersebut akan dijadikan kawasan tanaman buah durian, alpukat dan kayu hutan rakyat. Sehingga dapat dikelola petani melalui kelompok dengan pendampingan dinas terkait.
Berlokasi di Prangkokan Purwosari Girimulyo. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari pengajuan proposal KTH Wana Bangun Asri terhadap kegiatan Pengembangan Hutan Rakyat Pola Pengkayaan tahun 2017. Dan baru bisa terealisasi pada tahun 2019 ini. Proposal kegiatan tersebut atas tingginya kesadaran anggota kelompok tani bahwa potensi lahan yang berada didekat jalan besar terutama disekitar kawasan jalan bedah menoreh harus dimanfaatkan secara maksimal. Kedepan mampu mempersiapkan usaha hutan non kayu bernilai ekonomi agrowisata. Sehingga tanah/lahan yang sekarang ini harus dikelola, diolah dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai suatu saat karena belum optimal pengolahannya maka lahan / tanah tersebut jatuh kepada pihal luar.
Menurut Ketua KTH Wana Bangun Asri, Sarman (44) dan Sekretaris Harian, Budiharjo (43) karena kebutuhan pertanian kehutanan tidak hanya merupakan menanam padi sebagai sumber makanan pokok pangan. Akan tetapi dampak alih fungsi sawah menjadi lahan kering/ladang yang sangat signifikan dapat ditekan melalui program ini. Oleh sebab itu perlu ada siasat melalui pola jenis tanaman untuk kelompok tani yang ada. Dalam rangka menyelamatkan/mengembalikan keanekaragaman hayati tanaman hutan dan pertanian. #Prangkokan Purwosari
Sudah dilihat 123 kali

Komentar