Kegiatan Pengembangan Hutan Rakyat Pola Pengkayaan

6 March 2019, 9:49
3 0 225
Gambar untuk Kegiatan Pengembangan Hutan Rakyat Pola Pengkayaan
Pemanfaatan kawasan stategis lahan produktif dan pengembangan hutan rakyat berbasis kelestarian lingkungan hidup belum bisa dilakukan secara maksimal di wilayah Indonesia dan Kulon Progo utara khususnya. Hal itu terkendala oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk menggarap lahan secara maksimal dan mengembangkan produksi hutan non kayu sebagai investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Demikian disampaikan oleh Ir. Benny Panjaitan. S.P Direktur FAM KLH Jakarta. Rabu, 6 Maret 2019 di sekretariat Kelompok Tani Hutan Wana Bangun Asri Prangkokan Purwosari Girimulyo.

KTH Wana Bangun Asri Prangkokan Purwosari Girimulyo bekerjasama dengan Forester Act Media Kehutanan dan Lingkungan Hidup Jakarta mengadakan pemetaan calon lokasi produktif lahan pertanian non kayu dan perkebunan buah. Yang nantinya lahan tersebut akan dijadikan kawasan tanaman buah durian, alpukat dan kayu hutan rakyat. Sehingga dapat dikelola petani melalui kelompok dengan pendampingan dinas terkait.

Berlokasi di Prangkokan Purwosari Girimulyo. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari pengajuan proposal KTH Wana Bangun Asri terhadap kegiatan Pengembangan Hutan Rakyat Pola Pengkayaan tahun 2017. Dan baru bisa terealisasi pada tahun 2019 ini. Proposal kegiatan tersebut atas tingginya kesadaran anggota kelompok tani bahwa potensi lahan yang berada didekat jalan besar terutama disekitar kawasan jalan bedah menoreh harus dimanfaatkan secara maksimal. Kedepan mampu mempersiapkan usaha hutan non kayu bernilai ekonomi agrowisata. Sehingga tanah/lahan yang sekarang ini harus dikelola, diolah dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai suatu saat karena belum optimal pengolahannya maka lahan / tanah tersebut jatuh kepada pihal luar.

Menurut Ketua KTH Wana Bangun Asri, Sarman (44) dan Sekretaris Harian, Budiharjo (43) karena kebutuhan pertanian kehutanan tidak hanya merupakan menanam padi sebagai sumber makanan pokok pangan. Akan tetapi dampak alih fungsi sawah menjadi lahan kering/ladang yang sangat signifikan dapat ditekan melalui program ini. Oleh sebab itu perlu ada siasat melalui pola jenis tanaman untuk kelompok tani yang ada. Dalam rangka menyelamatkan/mengembalikan keanekaragaman hayati tanaman hutan dan pertanian.

#Prangkokan#Desa Purwosari

  Komentar untuk Kegiatan Pengembangan Hutan Rakyat Pola Pengkayaan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!