Kalau Vaginismus Bukan Gancet, Lalu Apa Itu Vaginismus?

28490 medium post 37627 597c3c5b 4b08 49ed bdf4 9b6bb869f083 2018 07 20t13 50 28.761 07 00
Halo Assalamualaikum Atmagirls, sejanak hari ini kita ulas singkat mengenai sebuah kejadian disfungsi seksual ya. Seks seharusnya merupakan pengalaman yang menyenangkan baik bagi pria maupun wanita. Namun, bagi beberapa wanita, seks adalah sesuatu yang mengerikan karena mereka selalu merasakan sakit setiap berhubungan intim, diakibatkan otot vagina yang menegang dan menutup setiap dilakukan penetrasi. Jika Anda juga mengalami hal ini, kemungkinan Anda menderita vaginismus.

Apa itu vaginismus?

Penis captivus atau gancet sering dikaitkan dengan vaginismus. Padahal, kondisi ini berbeda. Vaginismus adalah kondisi ketika otot vagina mengalami kejang pada saat dimasuki sesuatu, misalnya penis, sehingga sulit dilakukan penetrasi. Sementara itu pada kondisi penis captivus, penis justru terperangkap di dalam vagina dan tidak bisa keluar.

Vaginismus adalah suatu disfungsi seksual yang terjadi pada vagina. Otot vagina akan mengetat atau mengejang ketika mendapatkan sentuhan pada area vagina. Hal ini bisa menjadi masalah besar bagi psikologis kamu dan pasangan jika tidak diatasi. Disfungsi seksual dapat menghambat seseorang ketika ingin menikah dan membangun sebuah rumah tangga, serta dapat membuat seseorang menjadi tidak percaya diri dalam menjalani suatu hubungan.


Apa saja tanda-tanda dan gejala vaginismus?

Setiap penderita mungkin akan memiliki gejala yang berbeda, contohnya ada perempuan yang vaginanya tidak dapat disentuh sama sekali, sehingga tidak bisa melakukan seks penetrasi karena otot pada vaginanya akan menutup sepenuhnya. Sedangkan, ada juga yang bisa menoleransi beberapa sentuhan, seperti sentuhan pembalut pada vaginanya. Ada juga yang mampu melakukan hubungan seks, namun akan mengalami nyeri yang luar biasa. Ada yang sakitnya mereda setelah seks usai, ada pula yang masih terasa hingga seks tersebut selesai.

Vaginismus bisa disebabkan karena trauma, sehingga penderita vaginismus menolak untuk melakukan seks, karena sudah terbayang rasa sakit yang akan dirasakan. Bahkan, ada yang mengalami kehilangan gairah seksualnya ketika mencoba melakukan seks penetrasi. Ini disebabkan karena rasa tak nyaman tersebut.

Apa yang menjadi penyebab terjadinya vaginismus?

Memang ada beberapa faktor yang membentuk terjadinya vaginismus, tapi belum ada penjelasan yang dapat dipahami tentang vaginismus itu harus terjadi. Beberapa faktor tersebut adalah:

Berpikir negatif mengenai hubungan seksual. Hal ini bisa disebabkan karena trauma atau pola pikir yang terbentuk saat ia beranjak dewasa. Atau, akibat kurangnya edukasi seks dan diskusi mengenai seks, terdapat asumsi yang terkonsep pada pikiran perempuan bahwa seks itu adalah sesuatu yang menyakitkan. Belum lagi, ‘rumor’ yang telah tersebar di masyarakat, dari telinga ke telinga, bahwa ketika pertama kali melakukan hubungan seks akan terasa menyakitkan.

Kekerasan seksual. Hal ini bisa menyebabkan trauma yang membekas di pikiran seorang wanita. Hubungan seksual adalah sesuatu yang intim, terjadi pemaksaan menjadikan seseorang hilang kuasa atas dirinya sendiri, karena keintiman adalah hal yang harus mendapat persetujuan dari kedua belah pihak. Dampaknya bisa sampai menyalahkan dirinya sendiri karena menjadi korban. Berdasarkan pengetahuan psikologi, jika trauma membekas, perlahan hal tersebut juga akan menetap di alam bawah sadar seseorang. Korban pun akan mengalami kilas balik, ketika ia melihat atau merasakan hal yang menstimulasi otaknya teringat pada kejadian menyakitkan itu.  Lalu otak mengirim respon untuk melindungi dirinya.

Adanya ‘kerusakan’ pada vagina, bisa salah satu contohnya adalah adanya robekan yang tidak bisa disembuhkan pasca persalinan.

Adanya kondisi menyakitkan di sekitar vagina, seperti pada gejala vulvodynia (sakit kronis di daerah sekitar pintu masuk vagina) adanya sensasi panas dan tersengat, rasa sakit bisa lebih parah saat penderita duduk.

Takut kalau hamil. Pemikiran seperti ini bisa juga disebabkan karena kurangnya edukasi mengenai seks, bahwa risiko kehamilan memang selalu ada ketika melakukan senggama, namun proses pembuahan itu tidak terjadi semudah itu. Otak mengirimkan sinyal-sinyal pada tubuh sebagai proteksi dari ‘hal yang mengancam’.

Permasalahan dalam hubungan. Hal ini bisa dikarenakan kurangnya keterbukaan atau kepercayaan terhadap pasangan. Menumpuknya masalah dalam suatu hubungan juga berpengaruh pada hubungan seksual.


Bagaimana pencegahannya?

Supaya Atmagirls terhindari dari vaginismus, hindarilah faktor penyebabnya. Dan inilah tips agar terhindar dari vaginismus.

Pendidikan seks sangat perlu bagi pasangan suami istri. Maka dari itu, carilah informasi sebanyak-banyak seputar apa-apa saja yang bisa meningkatkan dan menghambat kehidupan seksual Atmagirls dan pasangan.

Hindari traumatik pada hubungan seksual pertama kali. Maka dari itu, perlu adanya pemahaman dan pengetahuan seputar aktivitas seks sebelum menikah, baik pada wanita maupun pria.

Membina komunikasi yang baik dengan pasangan

Menjaga kesehatan kelamin dan setialah dengan pasangan, supaya tidak tertular atau terinfeksi penyakit kelamin.

Pasca melahirkan, pastikan luka sobekan akibat melahirkan sembuh dengan baik dan sempurna.

Jika penyebab vaginismus kamu adalah masalah psikologis seperti trauma dan ketakutan-ketakutan tertentu, Atmagirls bisa berkonsultasi pada terapis. Ini dapat membantu Atmagirls untuk menyembuhkan akar dari ketakutan yang dialami. Jangan ragu untuk berbicara pada ahlinya karena disfungsi seksual bisa merusak keharmonisan kamu dan pasangan loh Atmagirls.



Sumber :

https://www.healthline.com/health/vaginismus

http://doktersehat.com/mengenal-vaginismus-dan-cara-mencegahnya/

https://hellosehat.com/hidup-sehat/seks-asmara/apa-itu-vaginismus/
Sudah dilihat 95 kali

Komentar