KABURNYA JANJI

33786 medium post 42375 e919fbbf 3730 4019 859b b8279fbcea31 2018 09 25t06 45 52.703 08 00 33788 medium post 42375 3f693abc d4eb 43fa 86b5 f58b50898682 2018 09 25t06 45 54.064 08 00 33787 medium post 42375 dfa70210 ccf4 486e 8080 454a02a75646 2018 09 25t06 45 53.601 08 00
Mendung dengan hujannya sudah mulai mulai mengunjungi wilayah Nusa Tenggara Barat secara umum. Dua hari lalu bahkan curah hujannya cukup deras. Dari balik ruang pertemuan, saya tak henti berpikir galau "bagaimana kondisi di Lombok Utara yaa?" Tidak lama dirundung tanya, jawaban sudah diperoleh melalui media sosial. Banyak foto yang mondar mandir di beranda tentang kondisi umumnya wilayah Lombok Utara setelah hujan. Termasuk foto yang saya unggah ini.
Yaaaa ... akhir-akhir ini ucap, pikir dan rasaku dominan tentang Lombok Utara dan daerah lain yang terkena akibat bencana alam. Saat ini, mereka sedang tinggal dan tidur di area pengungsian. Area yang dominan berada di hamparan persawahan dan lapangan. Tenda itu dibuat darurat, seadanya untuk menyembunyikan tubuh lelah mereka. Juga menyembunyikan jiwa-jiwa mereka yang tak kalah lelah.
Rubuhnya rumah yang tidak sedikit rata dengan tanah tentu membutuhkan tenaga ekstra untuk membersihkannya kembali. Mendirikan bangunan baru dalam waktu dekat sungguh belum masuk di pikiran mereka. Selain karena ketiadaan, intensitas gempa bumi yang masih juga muncul menyisakan keraguan. Di sisi lain, tingginya harga jual bahan bangunan juga menjadi masalah tersendiri bagi penduduk. Hal yang luput dari perhatian pemerintah baik kabupaten maupun provinsi tentang nakalnya para pedagang dengan ulahnya yang tidak manusiawi.
Lelah jiwa mereka jangan tanya lagi. Dengan kondisi seperti sekarang ini, mereka masih setia berharap janji penguasa untuk memberikan bantuan sekedarnya. Informasinya sebanyak Rp.50 juta untuk warga yang rumahnya rusak berat. Rusak sedang dan ringan juga dijanjikan bantuan dengan jumlah dana variatif. Benarkah janji itu...? Sahabat saya bilang, BENAR !! Dia pun menunjukkan gambar sebuah buku rekening penduduk yang ada tulisan jumlah uang di dalamnya.
Sudahkah diterima? Sahabat saya tertawa sumbang, yang bisa saya simpulkan sebagai jawaban bahwa dananya belum diterima. Ternyata bantuan itu begitu ribet dan menyusahkan bagi masyarakat. Informasi yang berhasil dihimpun di masyarakat pun beragam. Banyak tuntutan, uangnya masih belum bisa diambil, masih di-block; harus punya KTP (KTP sebagian masyarakat entah berada di mana) dan KK (kartu keluarga); harus membuat kelompok masyarakat; harus menunggu juknis dari BNPB (BNPB menunggu permintaan daerah). Bahkan ada informasi bahwa uang yang ada akam digunakan untuk membangun RISHA, HUNTARA (atau nama yang berbeda), jadi masyarakat tidak akan menerima uang. Jika hunian baru mereka dibuat dengan dana Rp.25 juta, maka sisa dana yang ada di rekening akan dikembalikan ke negara atau bisa jadi dianggap sebagai keuntungan oleh pengembang. Wallahua'lam... Aaah...betapa ribetnya negeriku mengurus rakyatnya.
Sekarang sudah mulai hujan. Rumah terpal mereka sudah tergenang air. Snowball effect dari kondisi tersebut tinggal menunggu jatah untuk bermunculan (mudah-mudahan saja tidak). Sama seperti harapan mereka, menunggu jatah bantuan yang tak muncul-muncul. Saat ini, hanya menunggu saja yang dapat dilakukan. Bersuara dan menyeru pada pemerintah pun, suara seakan hilang ditiup angin.
Harapan saya dari balik ruang pertemuan ini. TUAN... PENUHI JANJIMU, DENGAN SEMUDAH-MUDAHNYA CARA PEMENUHAN JANJI ... JANGAN JADI ORANG MUNAFIK. Ingatlah, do'a orang yang teraniaya lebih cepat menembus tujuan akhirnya.
Mari berubah bersama #atmaGO
Wujudkan upaya warga bantu warga
Sudah dilihat 384 kali

Komentar

  • 10240 new thumb pt2018 07 03 21 36 23

    Ya dek ... kita juga bingung dg semua aturan yg ditetapkan. Harusnya kalo mau bantu yaaaa bantu aja.. klo nggak, ya nggak usah. Biar masyarakat gak tmbah ribet.

  • 11701 new thumb user 11701 ad478a8d 855d 4f27 bd78 703ea728a61a 2018 09 15t15 09 31.042 08 00

    Betul sekali bunda... Kasihan sekali saudara kita yg sangat tersiksa bathinnya memikirkan janji janji manis dari sang pemimpin..yg sangat layakpun penerimanya Masih di bebankan dgn aturan yg sulit mereKa penuhi.. Kalau KTP Dan KKnya masih ataukah hilang terkubur reruntuhan....kita do sini hanya bisa meratapi kesedihan mereka... Semoga alloh memberikan keringanan Dan kemudahan untuk mereka amiinnn...