Kabupaten Semarang Kekurangan 1.350-an Guru PNS

20080 medium af7cab0f e51e 4e88 8195 48af658da859 169 %281%29
Semarang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, kekurangan sekitar 1.350 guru pengawai negeri sipil (PNS) untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Hal ini disebabkan semakin banyak guru yang pensiun setiap bulannya.

Untuk guru SD kekurangan sekitar 1.200 dari 463 sekolah yang tersebar di Kabupaten Semarang. Sedangkan untuk guru SMP kekurangan sekitar 150-an dari 56 SMP di wilayah itu. Untuk mencukupi kekurangan dengan mengoptimalisasi guru tidak tetap (GTT).

"Ya kita optimalisasi guru tidak tetap yang ada di sekolah. Karena memang sekolah sangat membutuhkan dan tidak mungkin membiarkan anak-anak terlantar," kata Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih di Kantor Bupati Semarang.

Untuk rekrutmen guru, kata Dewi, terakhir pada 2012, kemudian semenjak itu hingga sekarang tidak ada penerimaan guru PNS lagi.

"Sampai sekarang nggak ada sehingga yang digunakan GTT itu. Sementara rata-rata tiap bulan yang pensiun 25 orang baik guru SD maupun SMP," kata dia di kantor Jl Gatot Subroto.

Adapun untuk GTT saat ini mendapatkan insentif dari APBD yang diterima sebelum Desember 2009. Kemudian, bagi GTT yang diangkat setelah 2009, mereka mendapatkan insentif dari dana BOS.

"Saat ini, GTT mendapatkan insentif dari APBD itu per bulan Rp 500 ribu sekitar 3.000-an. Kemudian yang diangkat setelah 2009 mereka mendapatkan insentif dari dana BOS," ujar Dewi seraya menyebut jika setelah didistribusikan jumlahnya tidak seberapa.

Kebutuhan guru di Kabupaten Semarang, kata dia, sebanyak 4.700-an. Namun demikian, sampai sekarang ini belum ada formasi untuk penerimaan guru PNS.

"Sampai sekarang belum ada formasi penerimaan guru, untuk rekrutmen 2017 belum dan 2018 belum ada tanda-tanda. Berarti tetap mengoptimalkan GTT," ujarnya.
Sumber : Detik.com
Sudah dilihat 50 kali

Komentar