Jelang Pilpres 2019, Berikut 5 Cara Mengenali Hoaks

51469 medium berikut 5 cara mengenali hoaks
Manusia memiliki banyak kelemahan dan keterbatasan, salah satunya adalah bias kognitif.
Bias kognitif adalah kesalahan dalam berpikir yang terjadi saat kita memproses dan menafsirkan informasi. Otak manusia memang luar biasa namun memiliki keterbatasan. Bias kognitif seringkali merupakan hasil dari upaya otak kita untuk menyederhanakan pemrosesan informasi.

Hoaks sangat gampang menyebar karena keterbatasan otak kita dalam memproses informasi. Semua orang memiliki yang bias kognitif yang dinamakan bias seleksi atau bias konfirmasi, dimana otak akan cenderung melakukan pengelompokan atau pengkategorisasian informasi yang mungkin bersifat stereotipikal sehingga kita lebih mudah percaya informasi baru yang sejalan dengan keyakinan kita dan menolak informasi baru yang bertentangan dengan keyakinan kita.

Kamu pasti berpikir bahwa kamu adalah pengecualian, kamu sangat logis dan tidak pernah mengalami yang namanya bias kognitif. Sayangnya semua orang memiliki keterbatasan yang sama karena cara kerja otak manusia dalam mengambil jalan pintas dalam penyederhanaan pemrosesan informasi.

Keterbatasan pada diri kita inilah yang dieksploitasi oleh pembuat berita hoaks. Mereka sengaja membuat berita menjadi sensasional sehingga mampu memicu amarah pembacanya. Mereka sengaja "menggoreng" berita yang biasa-biasa saja menjadi isu-isu panas demi menggiring opini pembacanya.

Pembaca yang tersulut emosinya kemudian membagikan berita hoaks yang mereka baca tersebut di medsos dan Whatsapp sehingga hoaks tersebut menjadi tersebar dan semakin banyak orang yang menjadi terhasut.

Jika kita telusuri alur penyebaran hoaks memang sangat tidak masuk akal, terkadang dua hal yang saling tidak berkaitan sengaja dikait-kaitkan untuk menyulut emosi pembacanya sehingga yang tersulut emosinya membagikan hoaks tersebut ke teman-temannya.

Misalnya ada hoaks tentang pemuka agama yang dipukuli oleh orang tak dikenal. Padahal bisa saja pemukulan terjadi karena masalah pribadi atau yang memukul memiliki gangguan jiwa. Tapi berita yang beredar menjadi liar dan menjadi hoaks. Oknum-oknum tertentu "memberi amunisi" pada berita tersebut dan kemudian mengait-ngaitkan kejadian tersebut dengan hal lain yang sama sekali tidak ada kaitannya hanya untuk menyudutkan pihak-pihak tertentu. Misalnya: "oh yang nyerang orang anti agama", "tanda-tanda kebangkitan PKI", "inilah akibat rejim pro-Cina komunis berkuasa", dan lain sebagainya. Parah banget kan!

Untuk itu mari kita menjaga diri untuk menyaring informasi terlebih dahulu sebelum membagikannya, berikut 5 cara singkat dalam mengenali berita hoaks:
1. Periksa alamat URL atau website apakah kredibel atau tidak;
2. Periksa halaman tentang situs website yang menampilkan informasi tersebut;
3. Periksa apakah ada kalimat yang menyuruh pembaca untuk membagikan pesan tersebut;
4. Lakukan cross check, cari di Google tema berita spesifik yang ingin dicek;
5. Cek kebenaran gambarnya di Google Image

Untuk panduan selengkapnya silakan unduh ebook dari SiberKreasi.id yang berjudul 12 Langkah Antisipasi Hoaks di: https://drive.google.com/file/d/1JaFLiUyd6G5zu6lAuhXxRIM5dWYMj-K3/view

Sudah dilihat 25 kali

Komentar