Jauhi Pelanggaran Undang Undang, Atmago Berikan Citizen Journalism Training

23882 medium img 20180414 wa0014
Ungaran Barat, Kabupaten Semarang - (14/04/2018) AtmaGo merangkul Universit9as Ngudi Waluyo untuk memberikan pelatihan jurnalis warga. AtmaGo menyadari besarnya peran warga dalam perkembangan teknologi informasi, namun masih banyak dari mereka yang tidak memahami beberapa aturan dalam penulisan dalam media.
Pelatihan ini dihadiri oleh warga sekitar, beberapa perwakilan dari Palang Merah Indonesia (PMI), mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo, serta siswa SMA dan SMK. "Kita ini sebenarnya mencoba bagaimana cara menyingkronkan antara satu warga dengan warga yang lain," ujar Amri narasumber pelatihan kali ini. Diharapkan dengan adanya AtmaGo ini setiap warga akan terhubung dan saling berbagi informasi.
Namun sayang, terkait besarnya peran warga dalam perkembangan teknlogi informasi. Warga sering membagikan informasi dengan mencantumkan SARA, tanpa memikirkan dampaknya. Bahkan tak jarang berita berisi isu yang mencemarkan nama baik orang lain. Hal ini membuat warga yang menyebar informasi bermuatan SARA, terjerat dengan UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Selain itu situs situs penyedia citizen journalism juga tidak bertanggung jawab dengan apa yang ditulis penggunanya. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan - pelatihan agar tidak banyak warga yang terjerat Undang Undang.
Tidak hanya penyedia situs jurnalis saja, pemerintah juga dianggap perlu mencanagkan dan membuat Undang undang untuk melindungi jurnalis warga. Mengingat peran warga sangat besar dalam perkembangan teknologi informasi. Semoga pemerintah dapat memberikan perlindungan semaksimal mungkin kepada jurnalis - jurnalis warga.
Sudah dilihat 66 kali

Komentar