JATAM Sulteng Mendesak Dinas ESDM Provinsi Sulteng, Mencabut Izin Tambang di Wilayah Hulu Danau Tiu

29 July 2019, 10:52 WIB
5 1 150
Gambar untuk JATAM Sulteng Mendesak Dinas ESDM Provinsi Sulteng, Mencabut Izin Tambang di Wilayah Hulu Danau Tiu
Mendesak Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah, Mencabut Izin Tambang di Wilayah Hulu Danau Tiu yang Menyebabkan Danau Tercemar Lumpur

Danau Tiu yang terletak di Kecamatan Petasia Barat Kabupaten Morowali Utara Provinsi Sulawesi Tengah. Selain menjadi salah satu destinasi wisata di kabupaten morowali utara yang mempunyai keindahan alam yang sangat indah, danau ini juga mepunyai sejarah panjang dengan beberapa desa di sekitar danau di antaranya desa Tiu, Desa Tontowea dan desa Marale, salah satunya masyarakat di sekitar danau tiu di tiga desa ini, memanfaatkan danau ini sebagai tempat mata pencaharian sehari-hari mereka secara turun temurun, yang berprofesi sebagai nelayan tradisional, menjadikan danau tiu tempat untuk memancing dan menjaring ikan yang hidup di danau.

Menurut data yang di temukan JATAM SULTENG, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2016, melakukan restocking (penebaran) bibit ikan di danau tiu dengan total 90 ribu ekor, dengan jumlah 45 ribu ekor untuk jenis ikan mas dan 45 ribu ekor untuk jenis ikan nila, yang didatangkan dari balai beni sentral di desa kalawara kabupten sigi dan balai benih desa tonusu kecamatan pamona timur kabupaten poso untuk melakukan restcoking di danau tiu.

Upaya restcoking ini dilakukan pada perairan danau tiu karena masyarakat yang menggantungkan hidupnya di danau yang memiliki luas 11 ribu hektare, mulai merasakan adanya penurunan populasi ikan di danau tiu. Sehingga dilakukan salah satu upaya restcoking oleh Dinas kelautan dan perikanan provinsi sulawesi tengah pada tahun 2016.

Namun sejak tercemarnya danau tiu, karena aktivitas beberapa perusahaan tambang di wilayah hulu, yang mengakibatkan danau ini tercemar lumpur. Maka keberadaan danau tiu sebagai destinasi wisata yang mempunyai keindahan alam di kabupaten morowali utara kini keberadaanya sedang terancam. Bukan hanya itu, pencemaran danau ini juga mengakibatkan terancamnya kehilangan mata pencaharian masyarakat setempat yang seharinya-harinya berprofesi sebagai nelayan tradisional di danau tiu.

Pencemaran danau tiu, patut juga diduga telah menimbulkan kerugian bagi negara, karena terganggunya habitat ikan hasil restocking pada tahun 2016 oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah lewat Dinas Kelautanan dan Perikanan, yang melakukan proses restcoking (penebaran) bibit ikan di danau tiu, dengan mendatangkan bibit ikan dari kabupaten sigi dan kabupaten poso dengan jumlah yang sangat besar yaitu 90 ribu ekor yang dilepaskan di danau itu. yang di anggarkan lewat APBD.

Berdasarkan fakta di atas kami meminta kepada Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah sebagai instansi berwenang yang mengeluarkan rekomendasi dan menerbitkan izin Usaha Pertambang, untuk mencabut izin-izin tambang di wilayah hulu danau tiu yang menyebabkan tercemarnya danau tersebut.

JATAM Sulteng

  1 Komentar untuk JATAM Sulteng Mendesak Dinas ESDM Provinsi Sulteng, Mencabut Izin Tambang di Wilayah Hulu Danau Tiu

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bupati Ancam Pecat Kadus dan Kaling Minim Pengawasan Kebersihan

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jan 2020
  2. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  3. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  4. BANYUWANGI SIAGA BENCANA

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  10 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 6
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020