Islam kok setengah setengah?

62841 medium post 68015 8e61e581 6840 4706 bae6 d0985fa6f8db 2019 06 02t11 28 41.784 08 00
Mati merupakan akhir dari segalanya. Meninggalkan kehidupan dunia dan seisinya, Tak ada sedikit barang yang kita bawa mati kecuali kain kafan yang berwarna putih Beserta amal saleh dan baik kita. tidak ada yang abadi di dunia ini dan semua yang hidup akan merasakan kematian.

di setiap daerah mempunyai cara tersendiri untuk mengenang orang yang telah meninggal dunia. Seperti yang ada di di provinsi Nusa Tenggara Barat, Orang yang meninggal akan dibawakan atau dijamu atau kata lainnya diziarahi oleh pelayat dengan membawa beberapa pangan seperti beras, gula dll. dan akan dikembalikan lagi dalam bentuk nasi dan lauk pauk tradisional yang sudah siap dinikmati, tidak hanya itu di tempat tersebut juga ada berbagai macam ritual keagamaan seperti nyiwaq (9 hari kematian), nyatus (seratus hari kematian), dan nyeribu (seribu hari kematian). bahkan disalah satu ritual tersebut akan disembelihkan hewan qurban dan mengundang sanak famili maupun kerabat almarhum. Namun pertanyaanya apakah semua ini ada di ajaran islam, Di al quran maupun al hadist?.. Sudah jelas mungkin tidak ada!. bahkan ada orang yang rela meminjam uang demi melakukan ritual tersebut.


seperti yang kita ketahui, di ajaran Islam ada 4 kewajiban kita terhadap orang yang meninggal dunia yang yaitu; Memandikan, Menkafankan, menyalati dan menguburi. jadi, tidak ada kewajiban kita untuk melakukan Ritual ritual lain.

segala hal mempunyai dampak positif dan negatif; Begitu pula dengan manusia yang tidak luput dari dosa dan salah. dari kacamata sejarah, dapat disimpulkan semua tradisi tersebut adalah sebuah akulturasi dari budaya Islam dan Hindu yang pernah berkuasa di tanah Lombok. namun apakah kita akan selalu mengikuti arus tersebut? percampuran agama dan budaya itu?.. Mungkin tidak; Kita seharusnya menjadi Muslim dan muslimah yang kaffah atau sempurna.
Sudah dilihat 32 kali

Komentar