IPPMASi : Sudah Saatnya Pemkab Sigi Bangun Asrama untuk Mahasiswa Sigi

68170 medium post 72386 6753430d f7e4 442c b86c 325fa88716ba 2019 07 29t06 42 56.506 08 00
 Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Sigi (IPPMASi) menilai bahwa sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Sigi membangun asrama untuk mahasiswa yang berasal di Kabupaten Sigi.

Sebagai representasi pemuda dan mahasiswa di Kabupaten Sigi, IPPMASi menilai sangat banyak mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Sigi yang mengenyam pendidikan di berbagai perguruan tinggi yanga da di Kota Palu.

Ketua Umum IPPMASi Anas Firgiawan Jumba mengatakan jarak antara tempat tinggal di Sigi ke Kota Palu sangat jauh, terutama yang berasal dari kecamatan Kulawi, Palolo dan sekitarnya. Hal ini yang menjadi alasan utama yang memungkinkan agar asrama mahasiswa untuk mahasiswa Sigi harus dibangun.

“Selain masalah jarak, banyak juga mahasiswa yang berasal dari daerah Kabupaten Sigi yang tergolong kurang mampu ekonominya, yang terpaksa harus menyewa tempat tinggal (kos-kosan) yang biayanya cukup mahal,” ujar Anas.

Guna meminimalisir pengeluaran mahasiswa, menurut Anas sudah seharusnya pemerintah daerah membangun asrama mahasiswa.

“Terlepas dari semua itu, asrama juga sangat bermanfaat sebagai wadah silarurahmi dan diskusi antar sesama pemuda, pelajar dan mahasiswa khususnya yang berasal dari Kabupaten Sigi,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, pendiri IPPMASi Rizaldy Alif Syahrial mengatakan bahwa usulan pembangunan asrama mahasiswa pernah dikomunikasikan pada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sigi dan pernah disampaikan langsung kepada Bupati Sigi saat peringatan dies natalis IPPMASi yang pertama.

Saat itu, IPPMASi menghendaki dan menginginkan agar asrama mahasiswa Sigi untuk dibangun. “Kadispora saat itu mengatakan akan dikomunikasikan kembali namun hingga saat ini belum terkomunikasikan juga,” ucap Rizaldy.

Menurut Rizaldy, adanya asrama merupakan solusi yang lebih baik untuk mahasiswa Sigi agar tidak ada lagi mahasiswa yang kuliahnya terbengkalai dan terberatkan hanya karena uang kos.

“Bayangkan mahasiswa yang membayar uang kosnya 500 hingga 600 ribu per bulan. Sebenarnya itu bisa digunakan untuk membeli makanan, beli buku, dan mengurangi beban orang tua. Bagaimana mereka bisa diberi tempat tinggal di asrama mahasiswa Sigi kalau mungkin secara gratis jika pemerintah bisa menanggulangi,” jelas beliau.

“Hal ini sangat baik untuk membangun generasi Sigi kedepan. Sigi kedepan ini akan bangkit dengan generasi yang luar biasa pula. Namun jika tidak disupport dengan baik oleh pemerintah maka hal itu hanya angan-angan semata,” tambahnya. (A)

sumber : NosararaSulteng.com
Sudah dilihat 22 kali

Komentar