Investor Korea Serahkan Hasil Studi Kelayakan Jembatan Lombok – Sumbawa

21 November 2019, 22:35 WIB
3 2 104
Gambar untuk Investor Korea Serahkan Hasil Studi Kelayakan Jembatan Lombok – Sumbawa
Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB dan Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyeriusi rencana pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa. Di sela-sela peringatan HUT KSB ke – 16, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc bersama Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM bertemu investor asal Korea kaitan dengan penyerahan penawaran feasibility study (FS) jembatan Lombok – Sumbawa.

‘’Bapak gubernur memberi atensi khusus dan mendukung langkah nyata untuk menyiapkan proyek super strategis ini (Jembatan Lombok – Sumbawa). Langkah awal adalah menyiapkan feasibility study,’’ kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 20 November 2019.

Ridwan menjelaskan kajian FS bisa saja ditawarkan ke investor. Mengingat, proyek jembatan Lombok – Sumbawa menggunakan teknologi tinggi (high technology).
Ia juga menjelaskan alasan memilih investor Korea. Karena Korea merupakan negara yang sudah cukup lama memiliki kemampuan dalam bidang konstruksi jembatan seperti ini. Mereka juga sudah membangun beberapa jembatan sejenis di negaranya.

‘’Pra-FS nya kemarin juga dilakukan oleh Korea. Pemprov dan KSB sangat serius ingin mewujudkan jembatan Lombok – Sumbawa ini,’’ ucap mantan Kepala Bappeda NTB ini.

Sumbawa ini nantinya akan terintegrasi dengan pembangunan smelter dan industri turunannya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Di samping mendorong adanya interaksi sosial ekonomi, juga akan mendorong kemajuan pembangunan yang sama antara Lombok dan Sumbawa. Selain itu, dalam konteks nasional, jembatan Lombok – Sumbawa  ini juga akan menjadi bagian dari sistem transportasi nasional Banda Aceh –  Los Palos NTT.

Hasil pra studi kelayakan atau pre-FS yang dilakukan konsultan dari Korea, biaya untuk konstruksi pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa sebesar Rp850 miliar sampai Rp1 triliun per kilometer. Artinya, dengan panjang jembatan 16,5 km, total biaya konstruksi paling sedikit Rp16,5 triliun. Jika ditambah dengan asesorisnya, maka butuh biaya sekitar Rp20 triliun.

sumber : suarantb.com

  2 Komentar untuk Investor Korea Serahkan Hasil Studi Kelayakan Jembatan Lombok – Sumbawa

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar