Ini Tuntutan Warga Penyintas Bencana Alam Kepada DPRD Parigi Moutong

18 January 2020, 01:40 WIB
1 0 179
Gambar untuk Ini Tuntutan Warga Penyintas Bencana Alam Kepada DPRD Parigi Moutong
Warga terdampak gempa bumi Padagimo tahun 2018 yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Penyintas Bencana Alam atau Alamat Pena Parigi Moutong ajukan tuntutan kepada DPRD Parigi Moutong.

“Tuntutan penyintas bencana alam Parigi Moutong terkait dengan proses penyaluran dana bantuan bencana, yang diduga adanya praktik korupsi dalam pelaksanaannya,” ungkap Sukri Tjakunu, Koordinator lapangan (Korlap) Alamat Pena di gedung DPRD, Kamis, 17 Januari 2019.

Dua tuntutan itu kata dia adalah pertama tuntutan terkait dengan Petunjuk teknis (Juknis) yang digunakan pada penyaluran dana bencana sebagaimana petunjuk dari Pemerintah pusat. Kedua lanjut dia, pengawasan terkait penetapan harga bahan yang diduga dimanipulasi fasilitator.

Sehingga, ia menganggap terjadi dugaan penyimpangan dalam penyaluran dana hibah bantuan bencana. Perlu sikap tegas dari perwakilan rakyat di DPRD untuk mengawasi dan menindaklanjuti temuan di lapangan.

Nampak, puluhan massa demonstran menyambangi Kantor DPRD Parigi Moutong dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Sulawesi Tengah, menyuarakan aspirasinya dengan mendapat pengawalan dari pihak Polres.

“Seharusnya, dalam penyaluran bantuan bencana itu, Juknis yang digunakan adalah Juknis yang diterbitkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Terkait bantuan hibah 1,9 triliun Rupiah, yang anggarannya ditransfer langsung ke rekening penerima bantuan,” jelasnya.

Faktanya, penyaluran bantuan di Parigi Moutong tidak mengindahkan petunjuk dari Pemerintah Pusat. BPBD malah menggunakan Juknis dari Gubernur Sulawesi Tengah, yang penyaluran dananya melalui Kelompok masyarakat (Pokmas).

Juknis dari Gubernur Sulawesi Tengah itu sejatinya dipakai untuk penyaluran bantuan bencana yang lainnya. Sebaliknya, petunjuk dari Pemerintah pusat adalah penyaluran bantuan sekitar Rp. 232 Miliar.

Ia menganggap dalam pelaksanaan kegiatan, bantuan korban bencana itu dipihak ketigakan. Dan fasilitatorlah sebagai aktornya.

“Buktinya, harga bahan bangunan yang diberikan kepada warga penerima bantuan diduga sudah diatur dan dimainkan dengan nilai mengikuti standar daerah, sesuai yang termuat dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB),” tegasnya.

Menurutnya, cara seperti itu tidak ada bedanya dengan pekerjaan proyek pemerintah yang dipihak ketigakan. Semua bahan bangunan termasuk material diharuskan belanja di toko bangunan. Termasuk material pasir dan batu, sementara toko itu tidak menjualnya.

Sementara itu, DPRD Parigi Moutong dalam pertemuan dengan perwakilan demonstran bersepakat membentuk Pansus untuk mengawal serta mengawasi secara detail penyaluran bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

“Lima pimpinan fraksi yang hadir pada rapat dengan perwakilan demonstran bersepakat untuk menuangkan dalam Berita Acara pembentukan Pansus,” tutur Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto.

Usai menyampaikan orasinya di gedung DPRD Parigi Moutong, massa aksi melanjutkan ke Kantor Kejari Parigi guna menyampaikan tembusan salinan atas laporan ke Kejaksaan Agung.

  Komentar untuk Ini Tuntutan Warga Penyintas Bencana Alam Kepada DPRD Parigi Moutong

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Alhamdulillah Telah Hadir Radio Rodja 100.1 FM

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cileungsi, Bogor Kota  |  20 Feb 2020
  2. Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  3. Sandang Peringkat 11 Wilayah Rawan Bencana, PMI Banyuwangi Susun Rapat Kerja Kemitraan

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  18 Feb 2020
  4. Menyatukan Langkah, FKDM se-Kota Yogyakarta Melakukan Rakordasi Perdana 2020

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar

    Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    20 - 02 - 2020

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. 3
    Komentar

    GempaBumi Magnitud 4,9 Guncang Lebak, Terasa Hingga Sukabumi

    Andrian Volunteer  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  17 Feb 2020