Hoax Pilkada Bisa Menimpa Siapa Saja

5 2 242
Gambar untuk Hoax Pilkada Bisa Menimpa Siapa Saja
Foto : Ilustrasi / istimewa

Media massa adalah alat perantara menyebarkan informasi kepada masyarakat yang juga bersifat mengedukasi. Media berperan penting dalam membangun persepsi masyarakat. Dilansir dari Anual Report 2019, Dewan Pers mendata pada 2018 sedikitnya ada 43.300 media online yang tercatat sebagai media. Yang lolos syarat pendataannya hanya sekitar 211 media.

Di luar itu, semua yang tersebar di media sosial perlu verifikasi kembali kebenarannya. Padahal riset Global Digital Report dari Wearsocial pada 2018 mencatat 50 % penduduk Indonesia menggunakan internet dan aktif di media sosial.

Pimpinan Redaksi Harian Solopos, Hoax Pilkada Bisa Menimpa Siapa Saja Yustiningsih, saat mengisi workshop Jurnalis Warga (JW) Solo, via google meet pada Minggu (4/10/2020) mengatakan bahwa semua orang berpotensi menerima dan menyebarkan hoax. Hoax biasanya bisa berupa broadcast di media sosial, informasi yang di terbitkan di blog, atau website yang tidak jelas.

Termasuk di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Solo 2020 ini. Rini menghimbau dalam menyerap informasi tidak serta merta ditelan mentah-mentah. Namun, diverifikasi ulang kebenarannya. “Jangan menerima suatu berita dan kejadian sepotong-sepotong, bisa jadi yang kamu lihat salah atau kejadian yang belum lengkap,” kata Rini di sela-sela acara.

Rini menjelaskan paparan hoax di Indonesia sangat tinggi. Kemenkominfo mencatat ada 800.000 situs penyebar hoax. Bentuknya bermacan-macam. Mulai dari untuk lucu-lucuan, sengaja membuat provokasi, partisipanship, mencari uang, propaganda, hingga bagian dari gerakan politik.

Rini kemudian menjelaskan tujuh cara mengenali berita bohong. Termasuk berita yang menyebar saat pesta demokrasi Pilkada Solo nanti. Pertama, mengecek alamat situsnya. Kedua, perhatikan visual. Perhatikan logo atau nama yang kerap meniru situs-situs mainstream. Ketiga, cek Iklan. Biasanya dalam situs banyak iklannya, iklan yang ditayangkan tidak jelas seperti judi online, poker, atau hal yang berbau sensualitas dengan fungsi mendulang pemasukan lewat pemasangan iklan.

Selanjutnya cek cara penulisan judul, alamat redaksi, dan susunan redaksi. Aturan dalam UU NO 40/1999 UU Pers, setiap media harus mencantumkan susunan redaksi, alamat, no telepon, dan email. Jika tidak, diragukan kredibilitasnya. Terakhir, cek situs yang sudah terverifikasi oleh Dewan Pers atau situs mainstream. Kalau tau sudah memastikan bahwa itu berita hoax, laporkan dan jangan disebarluaskan. (Desty Luthfi)


*Tulisan ini adalah karya kolaborasi Jurnalis Warga Solo bersama program PPMN-Respect

  2 Komentar untuk Hoax Pilkada Bisa Menimpa Siapa Saja

Tulis komentarmu...

Mugniar

Jelang pilkada merupakan masa di mana kita harus pandai memilah yang mana hoax dan mana bukan.

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Situasi dan Kondisi Bukan Hambatan Petani

    Izzatul Fajriyah  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  2. Beritakan Lingkungan Sekitar, Pemuda Lamongan Adakan Kelas Jurnalisme Warga

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  3. GURU TK ABA MENCOREK BERTEKAD MEMBENTUK KARAKTER ANAK DIPENDIDIKAN USIA DINI

    Roy cahya pratama putra  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  4. Komunitas Motor (Sezari C70 ) Lombok Timur Peduli Lingkungan

    sosiawanputra  di  Pringgasela, Lombok Timur  |  26 Nov 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Situasi dan Kondisi Bukan Hambatan Petani

    Izzatul Fajriyah  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  2. 2
    Komentar

    GURU TK ABA MENCOREK BERTEKAD MEMBENTUK KARAKTER ANAK DIPENDIDIKAN USIA DINI

    Roy cahya pratama putra  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  3. 2
    Komentar

    Beritakan Lingkungan Sekitar, Pemuda Lamongan Adakan Kelas Jurnalisme Warga

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  4. 2
    Komentar

    Potensi Wisata Desa

    Shella Rizqi Aulawwiyah  di  Paciran, Lamongan  |  22 Nov 2020